My Cute Boy


Gambar

Author : ShanShoo (@ikhsan291)

Cast : Byun Baekhyun | Kim Hyerin (OC)

Genre : Romance

Length : Ficlet

Rating : T

Happy reading~

Berjalan beriringan sambil berpegangan rasanya pasti menyenangkan. Apalagi jika kita bergandengan bersama dengan seseorang yang kita sayang.

Dan hal ini sering kulakukan bersama dengan Baekhyun. Lelaki berhati lembut, tampan, manis, menggemaskan…dan masih banyak lagi hal yang kusukai darinya. Dan aku sangat menyukai wajahnya yang seperti anak kecil ini. Kuralat, sangat sangat seperti anak kecil. Padahal umurnya kini menginjak 18 tahun.

Kau tahu?

Baekhyun adalah kekasihku. Ya, lelaki berwajah menggemaskan ini adalah kekasihku.

Aku sangat menyayangi Baekhyun, dan Baekhyun juga menyayangiku.

Berjalan sambil berpegangan seperti ini memang sudah menjadi kebiasaan kami setiap hari. Dan aku menyukai hal ini bagai candu, seolah aku tak ingin melepas genggaman lembut tangannya barang sedetik saja.

“Hyerin-ah, apa kau lelah?” Baekhyun menatap padaku sembari mengukir senyum manis di bibirnya. Lihatlah! Senyumannya sungguh mempesona!

“Aku tidak merasa lelah selama kau terus berada di sisiku.” Dan perkataanku ini tak bohong! Aku jujur mengatakannya.

“Benarkah?” Baekhyun memposisikan dirinya di hadapanku, dan menatapku dalam. Ia kembali mengukir senyum manis, yang mampu membuat detak jantungku berdetak tak karuan.

“Umm. Tapi, apa kau merasa lelah?” tanyaku, karena meskipun Baekhyun memasang wajah manisnya, aku bisa melihat raut lelah yang terpatri di wajahnya.

“I-iya, tapi aku tak mau Hyerin marah jika aku ingin beristirahat.”

Bodoh!

Mana mungkin aku membiarkan Baekhyun menahan rasa lelahnya hanya untuk menemaniku jalan-jalan?

“Mengapa kau berpikiran seperti itu? Aku tak akan marah jika kau memberitahu padaku bahwa kau lelah, tapi aku akan marah jika kau tak jujur padaku!” aku geram. Baekhyun selalu saja menutupi seluruh hal yang ingin ia sampaikan padaku.

“Maaf, kalau begitu..bagaimana kalau kita duduk di bangku di bawah pohon maple itu?” tunjuk Baekhyun dengan mata berbinar. Aku mengikuti arah telunjuknya, lantas menatap sebuah bangku yang tak jauh dari tempat kami berpijak.

“Umm, baiklah. Ayo!” akhirnya, Baekhyun menarik tanganku, dan mengajakku untuk berlari kecil agar cepat sampai ke sana.

.

Aku menghempaskan diriku duduk di bangku bercat coklat tua ini, kulihat Baekhyun menghela napas panjang seraya menatap langit malam kota Seoul. Meskipun aku melihat wajah Baekhyun dari samping, aku tetap bisa melihat paras wajahnya yang lucu dan menggemaskan.

“Hyerin-ah…” Baekhyun memanggilku, namun matanya terpejam dengan wajah yang masih menghadap ke arah langit.

“Hm?” aku menjawab panggilan itu seraya meletakkan kepalaku di bahunya, dan aku merangkul pinggang Baekhyun. Aku ikut mendongakkan wajahku sambil menatap langit malam yang begitu cantik.

“Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini.”

Deg

Apa?

Apa yang Baekhyun bicarakan?

Lelucon macam apa ini?

Refleks, aku menjauhkan diriku dari Baekhyun, dan menatap wajahnya dengan tatapan aneh. “Apa yang kau bicarakan, Baek? Aku tak mengerti!” tegasku dengan suara sedikit keras. Aku berharap semoga dengan suaraku yang sedikit keras itu bisa mengembalikan Baekhyun saat satu jam yang lalu. Di mana Baekhyun yang selalu memasang wajah cerianya, dan menatapku dengan penuh kasih sayang. Karena aku merasa seseorang yang mengatakan hal tadi bukan Baekhyun.

Di mana Baekhyun-ku? Apakah ia diculik oleh hantu? Oh, tidak mungkin!

“Baekhyun, bicaralah!” akhirnya air mata tak dapat lagi kubendung, aku terus mendesak Baekhyun untuk mengatakan bahwa apa yang dikatakannya tadi adalah sebuah lelucon yang tidak lucu!

“Aku sudah tidak mencintaimu lagi.” Baekhyun berkata dengan nada datarnya, seolah ia tak peduli pada isakan tangisku yang mungkin mulai terdengar di telinganya.

“Apa? Tapi…kenapa, Baek? Apa aku berbuat sesuatu yang salah padamu? Kenapa kau ingin memutuskan hubungan ini?” Baekhyun tak menjawab. Ia hanya bangkit dari duduknya, dan menatapku dalam.

“Aku tak punya alasan lain lagi, aku hanya sudah tak mencintaimu lagi.” Suaranya terdengar begitu serius, dan itu sungguh membuatku sakit mendengarnya.

Ayolah, Baek! Aku tahu kau sedang mencoba menjahiliku!

Kini, Baekhyun melangkahkan kakinya pelan untuk meninggalkanku sendirian di bawah pohon maple ini. Aku terus menatap punggungnya yang perlahan mulai menjauh dari tempatku berpijak.

Aku berdiri seraya mengusap kasar air mataku, “Byun Baekhyun!” teriakku. Aku tak peduli pada pandangan orang sekitar yang menatapku aneh, aku sungguh tak peduli! Yang kupedulikan saat ini hanyalah perasaanku yang sedang kacau.

Dia berhenti, lantas menolehkan wajahnya padaku, walau tak sepenuhnya. Aku yakin, ia mendengar teriakanku. “Apa?” tanyanya dengan nada bicara yang sangat sangat dingin.

Aku berjalan mendekatinya, namun seketika aku berhenti, menjaga jarak berdiriku dengan Baekhyun. “Kau yakin…memutuskan hubungan ini? Apa kau benar-benar akan meninggalkanku? Apa tak ada alasan lain lagi bagimu untuk memutuskan hubungan kita?” ayolah Baek, jangan berbuat seperti ini Ini semua membuat hatiku hancur berkeping-keping.

“Jadi, kau mau mengetahui alasanku yang lain? Baiklah!” Baekhyun membalikkan badannya, dan menatapku. Dirinya tetap berdiri di sana, tak berjalan mendekatiku.

Pikiranku berkecamuk, apakah aku siap mendengar penjelasannya? Apakah aku sanggup untuk menahan air mataku? Apakah aku siap jika Baekhyun benar-benar meninggalkanku? Oh, sampai kapanpun aku tak akan pernah sanggup! Catat itu!

Baekhyun menghela napas panjang, ia memasukkan jemarinya ke dalam saku celana, lantas menatapku dalam. “Aku sudah mempunyai gadis lain yang lebih cantik darimu. Aku sudah tak memiliki rasa lagi padamu. Aku sudah memutuskan untuk meninggalkanmu, dan lebih memilih gadis itu. Maaf.”

Tanpa terasa, air mataku mengalir begitu saja. Bersamaa dengan Baekhyun yang kembali melangkahkan kakinya menjauhiku. Lututku terasa lemas seketika, isakanku semakin menjadi-jadi. Apa yang terjadi pada Baekhyun? Setan apa yang merasuki pikiran Baekhyun hingga ia meninggalkanku dengan penuh luka ini? Ya Tuhan, hatiku benar-benar sakit menerima kenyataan ini! Baekhyun…

“Baekhyun-ah!” panggilku. Suaraku sungguh parau, dan aku tak peduli. Tanpa pikir panjang, aku berlari mengejar Baekhyun yang sungguh jauh dari jarakku. Kakiku terasa sakit untuk mengejar Baekhyun yang masih tak bergeming dan tetap melanjutkan langkahnya itu.

“Jangan tinggalkan aku, aku mohon! Sebenarnya apa salahku padamu hingga kau tega meninggalkanku, eoh? Aku mohon, aku mohon, jangan tinggalkan aku! Aku mencintaimu.” entahlah, perkataan itu meluncur saja dari mulutku. Karena apa? Karena aku sangat menyayangi dan mencintai Baekhyun. Aku tak sanggup untuk kehilangannya. Bahkan aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika Baekhyun tak mengisi hari-hariku ke depannya nanti.

Aku berdiri tepat di belakang Baekhyun yang menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya padaku, sorot matanya begitu datar. Itu bukan mata Baekhyun, bukan! Sorot matanya tak pernah sedatar itu padaku.

“Kenapa kau tak ingin aku meninggalkanmu?” hey, pertanyaan macam apa ini? Bukankah penjelasanku tadi cukup panjang? Oh, bagaimana ini?

“Aku mencintaimu, Baek.”

“Hanya itu?”

“Tidak, aku mencintaimu melebihi rasa sayangku pada boneka pororo-ku.” Baekhyun tertawa kecil mendengar aku berbicara seperti itu. Namun raut wajahnya kembali menjadi datar lagi, menyebalkan!

“Kim Hyerin!” Baekhyun menyerukan namaku, seraya berjalan pelan ke arahku. Jantungku kembali berdegup kencang setiap kali langkah Baekhyun semakin dekat padaku.

Baekhyun mendekatkan wajahnya padaku, membuatku mundur secara perlahan. Mataku menatap keganjalan saat Baekhyun menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Aku….”

Oh, kali ini Baekhyun mau bicara apa?

“….berhasil mengerjaimu.”

Hey, apa di antara kalian ada yang mendengar Baekhyun berbicara apa? Cepat beritahu aku!

“BYUN BAEKHYUUUUUNNNNN, BERCANDAMU SUNGGUH TIDAK LUCU!!!! AKU MEMBENCIMUUU!!!” Baekhyun menutup kedua telinganya dan terpejam erat mendengar suaraku yang begitu menggelegar.

Sial! Ini semua hanya candaan yang sungguh tidak lucu!

“Kenapa kau melakukan semua ini, eoh? Kau jahat, Baek!” baiklah, giliranku yang berjalan menjauh meninggalkannya. Aku berusaha sekuat mungkin menahan air mataku yang menganak. Aku berusaha tak menghiraukan panggilan Baekhyun di belakangku. Dia sungguh keterlaluan! Aku tak akan memaafkannya!

“Kim Hyerin, tunggu aku!” dapat kudengar suara sepatunya yang mendekat ke arahku, namun aku tak peduli.

Akhirnya, Baekhyun berhasil menarik pergelangan tanganku, dan membalikkan badanku untuk menatap padanya. “Apa Hyerin marah?” tanyanya. Oh, jangan tanyakan itu, Baek. Aku sungguh marah!

“Aku sangat marah padamu!”

“Jangan marah padaku, Hyerin. Apa kau bisa memaafkanku? Kalau aku tahu akhirnya akan begini, aku pasti tak akan mengikuti usulan Jongin.” Ucapnya dengan bibir yang dikerucutkan.

“Usulan Jongin? Maksudmu?” aku mengernyit heran menatap Baekhyun yang menundukkan kepalanya.

“Jongin bilang padaku, agar aku tahu seberapa besar rasa sayangmu padaku, aku harus melakukan hal itu. Hal yang membuatmu menangis. Aku sangat menyesal, Rin. Maafkan aku.” Baekhyun menggenggam kedua tanganku. Otakku masih berusaha mencerna setiap untaian kata yang Baekhyun berikan padaku.

“Jadi, maksudmu…kau tak yakin dengan perasaanku padamu? Kau jahat, Baek!”

“Maafkan aku, Hyerin-ah. Aku tak akan melakukan hal ini lagi. Sebenarnya tadi juga aku ingin menangis, tapi aku berusaha menahannya. Sungguh, aku tak bermaksud untuk meninggalkanmu.” Tutur Baekhyun panjang lebar.

Kepalaku pening.

Aku terhuyung.

Dengan sigap, Baekhyun menahan tubuhku yang terhuyung ke arahnya. Ia menatapku cemas, “Hyerin-ah, kau baik-baik saja? Ya Tuhan…aku sungguh menyesal.” Rutuk Baekhyun. Dapat kulihat dengan jelas kedua matanya yang mulai memerah, dan mulai mengeluarkan cairan bening.

Aku mencoba untuk berdiri tegak, meskipun rasa pening masih terasa. Aku tatap Baekhyun sedalam mungkin, mencoba mencari kejujuran yang terpancar di matanya. “Tatap aku, Baek.” Suruhku.

Baekhyun menatapku lekat, dan…air matanya terjatuh dari kedua bola matanya. Ya, Baekhyun menangis.

“Maafkan aku, Hyerin-ah. Aku sungguh―” aku langsung memeluk tubuh Baekhyun, dan menenggelamkan wajahku di dadanya. Aku tak bisa menahan air mataku lebih lama lagi.

“Dasar bodoh, mengapa kau mau saja menuruti perkataan Kkamjong itu, huh? Bodoh, bodoh!” ucapku geram sembari memukul-mukul dada Baekhyun.

Baekhyun memelukku erat, dan menempelkan pipinya di kepalaku. “Ya, aku memang bodoh. Aku bodoh telah meragukan perasaanmu padaku. Maafkan aku!”

Hembusan napasnya begitu terasa di kulit pipiku. Hangat. Aku tersenyum tipis mendengar Baekhyun yang mengakui kesalahannya padaku. Baekhyun telah kembali, dan aku sangat senang.

Baekhyun mengusap lembut rambutku, “Maukah kau memaafkanku?” lirih Baekhyun.

Mendengar itu, aku tersenyum tipis. Dan semakin mengeratkan dekapanku, dan rasa hangat menjalar di tubuhku seketika.

“Aku memaafkanmu. Besok jangan halangi aku untuk memukul Jongin habis-habisan saat di kelas. Aku benar-benar geram dengan kelakuannya yang sungguh menyebalkan!”

“Baiklah, asal Hyerin memaafkanku, aku tak akan menghalangimu.” Baekhyun melepas pelukannya, dan kini ia mencium keningku cukup lama.

Rasanya aku ingin terbang…

Baekhyun menatapku lekat sembari tersenyum manis, “Kalau begitu….bagaimana kalau kita pulang sekarang? Ini sudah malam.” Ucap Baekhyun riang seraya menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

Aku tertawa ringan mendengar ocehan Baekhyun. “Umm. Ayo!”

Akhirnya, kamipun berjalan beriringan. Dengan tangan yang saling bergenggaman erat. Kamipun berusaha melupakan kejadian tadi, kejadian yang sungguh konyol dan membuat muak.

“Baekhyun-ah..”

“Hm?”

“I love U…”

“I love U too…”

FIN

 

Ficlet gagal nih, hihi. RCL yaa ^^

Iklan

19 comments

  1. lucu, kirain aku baek nyebelin beneran. ehh ternyata itu cma akal2an baek aja. knp jg si kkamjong ngasih ide kyk gitu. ckck.
    great job, ditunggu ficlet yg lainnya ya, chingu xD

  2. hai aku readers baru disini . salam kenal :))) . ini seru loh baekhyun nya pertama-tama nyebelin bgt tp ujung2nya so sweat bgt. dirunggu ff yang lain ya thor 😀

  3. Udah deg deg gan..kirain baek bener” jahat mau ninggalin hyerin demi cewek lain, taunya cuma akal akalannya kkamjong *timpukin kai* Daebakk eonn..
    Keep writing !!

  4. Rada2 gak percaya gitu. Awalnya baca di bagian pertengahan saat si cewek ditinggalin Baekhyun. Aku pikir dia dikerjai karena ultahnya dan juga enggak cocok sama judul. Dan ternyata ini ulah Jongin -,-

  5. Astaga thor,dikirain hyerin sama baekhyun beneran putus ternyata baekhyun ngikutin usulan nya jongin
    Daebak ffnya (y) Keep writing 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s