Seriously, I’m Afraid


thumb

Author : ShanShoo

Casts : Byun Baekyun of EXO with OC as You

Genre : Romance, Fluff (maybe)

Length : Ficlet

Rating : T

Sorry for a typos~

Happy reading

Jiwa, raga, serta detakan jantung yang berada di atas normal ini telah sampai di halaman utama sebuah rumah sakit ternama di kota Seoul. Aku menatapnya cemas, menerawang lebih jauh seluruh isi rumah sakit ini dengan tatapan ngeri. Deru mesin mobil taksi yang mengantarkanku barusan, terdengar semakin menjauhiku, menembus kembali hiruk-pikuk jalan raya kota Seoul yang tak kunjung surut.

Getir, cemas, takut. Semua perasaan itu tak dapat kutata sebaik mungkin ketika tiba-tiba saja mereka datang dan membuat suasana hatiku kacau. Bagaimana tidak? Seseorang yang selama ini mengisi kekosongan hatiku, sedang berada di bangunan terkutuk ini, bangunan yang benar-benar ditakuti olehnya, bahkan termasuk diriku.

Aku mulai melangkah pelan, mencoba menyeimbangkan tubuhku yang sedikit lunglai, mengingat tak hentinya aku menangis di dalam taksi mendengar kabar buruk itu.

Derap langkahku kini mulai membaur, bersama puluhan pasang sepatu yang melangkah ke sana kemari, memasuki ruang perawatan yang mereka tuju dengan ekspresi wajah yang tak jauh dariku. Khawatir.

Kupercepat langkahku, ketika tiba-tiba saja rasa khawatir itu semakin membuncah. Disetai dengan lelehan air mata yang tidak kuketahui kapan ia mengalir.

Selang beberapa menit, aku tiba di depan sebuah pintu bercat putih yang memiliki kaca berbentuk persegi panjang yang tingginya sejajar dengan tinggi badanku.

Rasa khawatirku semakin menjadi-jadi. Entahlah, rasanya sulit sekali kaki ini untuk melangkah ke dalam ruangan beraroma obat-obatan di hadapanku ini. Aku menunduk sejenak, mengusir berbagai prasangka buruk yang datang seenaknya saja ke dalam pikiranku. Hingga pada akhirnya, aku kembali menitikkan air mata.

Tak lama, aku kembali menegakkan posisi berdiriku. Mengangkat sebelah tanganku untuk memutar knop pintu dengan hati-hati.

Pintu terbuka sedikit, menyeruakkan aroma obat-obatan yang sungguh tak kusukai. Dapat kudengar dua orang lelaki tengah berbicara cukup akrab, dan dapat kutebak jika salah seorang dari mereka adalah dokter. Karena sedikitnya aku mendengar dia mengatakan beberapa kata ilmiah yang tak kumengerti.

Baru saja aku akan membuka lebar pintu ini, aku dikejutkan dengan datangnya sang dokter dengan stetoskop hitam yang tengah ia pegang. Buru-buru aku berlaku sopan padanya, dengan membungkukkan badan seraya mengucapkan. “Annyeonghaseyo,” dengan nada cukup gugup.

Setelah berujar demikian, aku segera menegakkan badan, lalu menatap wajahnya yang kini tengah mengulas senyum tipis.

“Mau menjenguk Baekhyun?” tanyanya dengan nada ramah.

Aku mengangguk sembari menyeka sisa air mata yang ada di kedua pipiku, “Apakah dia baik-baik saja?”

Dokter itu masih tersenyum, “Kau bisa melihatnya sendiri.” Dia lalu menepuk ringan bahuku dua kali, sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan Baekhyun.

Sambil terus mencoba untuk melupakan berbagai prasangka buruk tentang Baekhyun, aku lekas melangkah memasuki ruangan itu.

Kulihat Baekhyun tengah bersandar di sandaran ranjang rumah sakit sembari membenarkan letak selimutnya yang terlihat berantakan.

Aku terdiam membeku.

Perban di beberapa bagian tubuhnya, juga…sedikit luka di bagian pipi Baekhyun dapat kulihat dengan jelas.

Aku kembali terisak.

Baekhyun menoleh ke arahku ketika ia mendengar suara isakan tangisku yang tertahan. Dia membulatkan mata, lalu tersenyum. “Haneul-ah,” sapanya dengan nada bicara yang selalu terdengar nyaman bagiku.

Oh, yang benar saja! Bagaimana bisa Baekhyun tersenyum tanpa beban seperti itu, setelah sebuah kecelakaan lalu lintas membuatnya jadi seperti ini?

“Baekhyun-ah,” aku sedikit ragu memanggil namanya. Lekas, aku datang menghampiri Baekhyun. Duduk di tepian ranjangnya, dan memeluknya yang kini duduk tegak. Baekhyun balas memelukku.

Belum ada kalimat lagi yang ingin kuutarakan padanya. Karena sekarang, aku menangis dalam pelukan Baekhyun. Dapat kurasakan ia membelai lembut rambutku, dan meletakkan dagunya di bahuku. Kebiasaan Baekhyun ketika kami saling berpelukan untuk melepas rindu setelah beberapa hari kami tidak bertemu.

Tangisanku masih belum mereda, lantas Baekhyun berbisik. “Kau sudah melihat keadaanku, kan? Aku baik-baik saja,” ucapnya halus, mencoba meyakinkan diriku.

Aku menggeleng cepat, “Pembohong! Aku tahu kau kesakitan saat ini.” Balasku, masih memeluk Baekhyun.

Ada sedikit tawa ringan yang keluar dari bibir lelaki itu, “Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu, hm?” dia lantas melepas pelukan kami, lalu memegang kedua bahuku, dan menatapku dengan mata menyipit. “Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Dan aku akan segera pulang.”

Mendengar penjelasan Baekhyun, aku segera mengamati tubuhnya, lalu tersenyum miris. “Kau akan pulang dengan keadaan seperti ini? Yang benar saja, Baek?” aku membentaknya karena panik, diiringi dengan tetes demi tetes air mata yang mengalir.

Dia tersenyum lembut, mengusap air mataku dengan kedua ibu jarinya. “Keadaanku sekarang cukup membaik. Lagipula…kecelakaan yang kualami tidak terlalu parah. Jadi, berhentilah menangis dan mengkhawatirkanku, oke?”

Bagai disihir oleh penuturan lembutnya, aku mengangguk kecil. Aku sendiri tak mengerti bagaimana bisa aku mengangguk seperti itu. Padahal, jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku sungguh khawatir pada kondisi Baekhyun saat ini. Dan menginginkan Baekhyun untuk tetap berada di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar membaik.

“Kau yakin?” tanyaku dengan kening mengerut samar, menatap Baekhyun intens.

Baekhyun mengangguk mantap, “Umm, sangat yakin.”

Aku mengerjap cepat, menyingkirkan bulir bening yang menghalangi pandanganku, “Baek, kau sungguh membuatku khawatir, kau tahu?”

“Umm, aku tahu, maafkan aku.” Sesalnya sambil mencubit gemas hidungku.

Detik berikutnya, Baekhyun kembali merengkuh hangat tubuhku. Dan membelai rambutku sambil berujar, “Percaya atau tidak, dengan adanya dirimu di sini, semua keadaan sulit yang kuhadapi saat ini berubah menjadi ringan. Bahkan aku merasa tubuhku semakin membaik ketika kau datang, dan menghambur memelukku.”

Baekhyun menghentikan perkataannya sejenak, sebelum akhirnya ia melanjutkan,

“Tetaplah berada di sisiku. Karena aku, mencintaimu.”

~~~
Ya, aku akan tetap berada di sisimu.

Sampai kapanpun.

Karena aku pun, mencintaimu.

Byun Baekhyun.

 

Cepatlah sembuh, dan kembali membuatku merasa kesal atas setiap sikap konyolmu itu! Aku merindukannya…

 

 

FIN

 

 

ABSURD BANGET YAAA?

Please, kasih responnya ya buat ff yang satu ini :’)

Iklan

16 comments

  1. GWS yaaa Baekhyun 🙂
    Walaupun ada bekas lukanya, semoga tetep imut 😀 /okeabaikan/ hihi

    Dua kata buat BaekNeul “SO SWEET” ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s