This is (not) Cinderella’s Story – Preview


tinss

Created by ShanShoo || OC with EXO-K Member, other || Romance, Lil-sad, Angst, School-life || Short Story || PG-17


Sorry for a typos πŸ™‚

***

Mia Kim, puteri tunggal dari seorang Kim Joowon, pemilik perusahaan besar Roobin Corp. Yang terletak di pusat kota Seoul. Merupakan seorang gadis yang memiliki kepribadian ceria dan menyenangkan. Siapapun yang berada di dekat Mia akan langsung merasakan sebuah kenyamanan, dan ingin berada di dekat gadis itu lebih lama lagi.

Sikapnya yang ramah, penyayang, dan juga periang ini menjadikan seorang Mia Kim sosok idola di sekolah menengah atasnya.

Ada satu hal yang harus kau ketahui. Mia, gadis ini tidak sepenuhnya memiliki darah keturunan Korea. Karena pada kenyataannya, ibu dari Mia Kim merupakan asli penduduk Indonesia, wanita itu bernama Tara. Yang artinya, Mia pun memiliki darah Indonesia yang berasal dari ibunya. Tara pun memiliki alasan mengapa ia memberi nama puteri tunggalnya dengan nama Mia. Agar suatu saat nanti, jika Mia memilih untuk menetap di kota kelahiran ayahnya, unsur nama Indonesia yang diberikan oleh ibunya tidak akan hilang sampai akhir hayat nanti.

Semua kebahagiaan, keceriaan, dan juga sikap riang yang dimiliki gadis itu seolah lenyap begitu saja, pada saat ia mengetahui kabar jika ibunya menderita penyakit jantung stadium akhir.

Mia memilih untuk bermalam di ruangan rumah sakit tempat ibunya dirawat. Tak peduli pada ocehan ibunya sendiri yang merasa cemas jika nanti anak satu-satunya itu terkena penyakit yang ditularkan pasien lain. Ia hanya ingin menemani ibunya, dan ia hanya ingin ibunya cepat sembuh jika ia berada di sana.

Sebenarnya, Mia merasa kesal karena ayahnya tak bisa datang menjenguk. Urusan bisnis di luar dan di dalam negeri membuatnya menjadi seorang ayah yang sangat sibuk. Tetapi, Mia mengerti, dan Mia tahu apa alasan di balik kesibukan ayahnya itu selain bekerja; mencari donor jantung yang cocok untuk ibunya.

Namun, belum sempat Joowon mendapatkan donor jantung yang tepat untuk Tara, Tuhan sudah berkehendak lain. Tara tak bisa bertahan lebih lama lagi, penyakit yang diderita wanita itu, membuatnya merasakan kesakitan yang teramat sangat.

Mia merasa sangat terpukul mendengar kabar mengejutkan yang bersumber dari dokter yang merawat ibunya itu. Berkali-kali ia meyakinkan dirinya jika ibunya baik-baik saja. Ibunya masih bersamanya, ibunya masih membuka mata dan menatapnya. Namun, takdir itu tak dapat diubah sedikitpun olehnya.

Tara telah pergi, meninggalkan dunia, meninggalkan Mia, dan juga meninggalkan Joowon untuk selamanya.

Genap satu tahun setelah kepergian Tara. Joowon memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya bersama Mia. Karena ia berpikir hidupnya tidak akan dijalani dengan baik jika bayang-bayang istrinya selalu menghantui dan mengganggu pikiran jika ia terus berada di Indonesia. Mia tidak keberatan mengenai keputusan yang ayahnya buat. Hingga tepat dua hari selanjutnya, mereka melakukan penerbangan ke kota Seoul, kota kelahiran ayahnya dan menetap di sana selamanya.

Kehidupan mereka kembali seperti sedia kala. Mia kembali terlahir sebagai seorang gadis periang yang selalu berhasil membuat teman-temannya merasa nyaman saat berada di dekatnya. Sekolah baru dan juga teman baru bukanlah hal yang sulit untuk ia hadapi. Terlebih lagi ketika Mia sudah fasih berbahasa Korea, memudahkan dirinya untuk mencari banyak teman baru dan juga dapat berinteraksi dengan baik pada guru-guru di sekolahnya.

Dua tahun sudah Mia dan Joowon berada di tanah Seoul. Dan selama itu pula, Mia baru mengetahui jika sang ayah telah mempunyai pengganti Tara, ibunya. Mia amat sedih saat mengetahui hal ini. selama tiga hari berturut-turut, ia dirundung rasa kecewa dan marah terhadap Joowon. Joowon pun merasa khawatir mengetahui puterinya yang tak kunjung keluar dari kamar. Ia takut jika Mia sakit, mengingat selama tiga hari ini ia tidak sedikitpun menyentuh makanan yang sudah dibuatkan oleh para maid di rumahnya.

Berbagai upaya telah Joowon lakukan agar Mia mau keluar dari kamarnya. Beruntung, upaya terakhir yang ia punya membuahkan hasil. Mia keluar dari kamarnya dengan keadaan berantakan, seperti seseorang yang baru saja menghirup udara segar ketika sebelumnya ia mendekam di dalam penjara. Pria itu berusaha untuk meyakinkan Mia, jika pilihan yang didapatinya tidak akan membuatnya kecewa. Karena sungguh demi apapun, Mia adalah seseorang yang paling utama dalam hatinya. Ia tak mau membuat Mia kecewa. Mia yang mendengar hal itu hanya bisa mengangguk mengiyakan.

Beberapa bulan kemudian, pernikahan kedua Joowon dan juga wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu tiri bagi Mia pun, dilaksanakan.

Semuanya terasa baik-baik saja bagi Mia ketika ia disambut dengan hangat oleh Hyena, sang ibu tiri, juga oleh Hayoung dan Minri, sang kakak tiri.

Rupanya, pendapat Mia mengenai buruknya sikap keluarga tiri yang selalu bergelayut dalam pikirannya itu, salah. Mereka tak bersikap seperti yang Mia pikirkan. Mereka baik, menyenangkan, dan penuh pengertian, persis seperti apa yang Mia inginkan. Ia bersyukur, setidaknya ia dapat merasakan kembali hangatnya sentuhan lembut seorang ibu, meskipun itu bukanlah berasal dari ibu kandungnya sendiri.

Seminggu setelah pernikahan, Joowon kembali disibukkan dengan pekerjaannya lagi. Dia meminta ijin pada istri dan anak-anak khususnya pada Mia sebelum ia berangkat melakukan perjalanan bisnis. Pada Mia, Joowon berjanji akan cepat pulang dan kembali menemani puteri kesayangannya. Dan Joowon berjanji, jika suatu saat ia melakukan perjalanan bisnis lagi, ia akan mengajak Mia untuk ikut. Karena meskipun Joowon telah memiliki keluarga baru yang utuh, ia akan tetap mengutamakan Mia.

Selama Joowon berada di luar kota, selama itu pula, berbagai kejadian yang tak diinginkan Mia, terjadi. Hyena, yang dikira adalah seorang ibu tiri yang baik, ternyata tak jauh berbeda dengan seorang ibu tiri jahat yang sering Mia dapati di dalam sebuah drama. Begitupun Hayoung dan Minri, mereka bukanlah sosok kakak yang bertugas untuk melindungi adik kecilnya. Sikap mereka sangatlah buruk terhadap Mia. Menjadikan Mia sosok yang begitu lemah di mata mereka. Dan kelemahan yang dimiliki Mia, mereka manfaatkan untuk memenuhi semua kebutuhan yang diinginkan. Seperti seorang penjajah yang berkuasa.

Berbagai angan-angan dan harapan tentang kehidupan keluarga yang menyenangkan, sepertinya harus segera dienyahkan dari pikiran Mia. Karena Mia tahu, semua itu hanyalah khayalan belaka yang tak akan pernah terjadi.

Dan dari situlah…seluruh penderitaan Mia dimulai…

.

.

.

.

.

-TBC-

Sebenernya, ini semua tergantung kalian siih. Kalo kalian ngerasa tertarik dan banyak yang suka sama ff yang aku buat ini, aku pasti lanjutin. Tapi kalo peminatnya sedikit, mungkin postingan ini bakal aku hapus secepatnya. Karena jujur aja, sekarang aku emang udah ga peduliin lagi siders, tetapi kalo ff ini ga ada yang kasih saran atau kritik, ga bakal ada kemajuan, kan? So, write ur comment bellow with any suggestion there~ πŸ™‚

Iklan

28 comments

  1. kayanya bakal seru dan menyayat hati nih kak πŸ™‚ :3 lanjut aja kak πŸ˜€ tanggung jawab udah bikin penasaran hehe πŸ˜€
    tetep berkarya kak fighting!! πŸ˜‰

  2. kyak nya bakalan seru nihh ff..jadi pnasaran gue πŸ˜€

    apalalgi pas liat poster ada chanyeol πŸ™‚ heleeehhh makin demen dahhh πŸ˜€

    Soooo…..cpetan dilanjutin neee….FIGHTING !!! FIGHTING !!! πŸ˜€

  3. kynya bkalaann seruuuu nihhhh, tpiii thor mia nya jgn dsiksa2 amt ya kkkk ga tega bcanya hahaha
    main castnya chanyeol?? waa dtunggu kelanjutannyaa~
    ff mhime kpn dlanjutttt thorr? dtunggu jg mhimenyaaa

  4. Jadi ngerasa dinegeri dongen, hehehe.
    Ceritanya menarik, pengen tau bagaimana penderitaan Mia selanjutnya.
    Dan apakah Chanyeol berperan layaknya pangeran seperti dongeng cinderella?

    Aku next part ya chingu~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s