The Fortune Teller – Kris Ver. [Urban Legend]


Fortune-Teller

Created by ShanShoo || Horror || Ficlet

Read too another ver. → Lay | Luhan

Uhm, sebelumnya aku ga yakin apa ini emang dikategorikan sebagai cerita horror atau bukan. Tapi yang jelas, endingnya lumayan…

***

Malam ini, adalah malam yang begitu menyenangkan bagi Kris dan juga kelima temannya. Sebuah pasar malam yang tengah dikunjunginya saat ini, merupakan pasar malam terbesar di tempat tinggalnya. Saat mereka tiba di sebuah tenda berukuran besar yang menyajikan soju dan juga minuman keras lainnya, mereka segera memesan minuman-minuman itu sesuai selera pada seorang bartender yang bekerja di sana. Dan Kris memilih minuman soju untuk menghangatkan tubuhnya di cuaca yang dingin ini.

Hingga tanpa disadari, keenam pemuda berparas tampan itu akhirnya mabuk berat. Mereka lantas keluar dari tenda itu setelah membayar beberapa botol yang telah mereka habiskan.

“Ayo kita pulang! Kepalaku sudah terasa sangat berat.” Tao bersuara di tengah rasa pusing yang menderanya. Ia menepuk bahu Kris, membuat lelaki bertubuh tinggi itu menoleh dengan mata setengah terpejam.

“Kau benar…ugh, aku merasa sangat mual!” Lay tak bisa menahan rasa mual di perutnya lebih lama lagi. Akhirnya ia memuntahkan isi perutnya di atas ilalang-ilalang yang menghiasi pasar malam.

“Astaga! Menjijikkan!” cibir Minseok. Pemuda yang berusia paling tua di antara kelima temannya. Sedangkan Luhan dan Chen, mereka berdua hanya berdiri diam di dekat Minseok yang masih menatap iba pada Lay.

Kris, pemuda berambut pirang itu masih diam di sana. tidak merespon sedikitpun perkataan yang dilontarkan teman-temannya. Matanya sibuk menjelajah seluruh tenda-tenda berisi barang-barang belanjaan maupun tempat hiburan yang sedikitnya telah Kris singgahi bersama mereka. Hingga pada saat manik hitamnya tak sengaja melihat satu tenda bertuliskan ‘The Fortune Teller’, sebuah seringaian kecil terbentuk di bibirnya.

Diapun menoleh pada kelima temannya yang saat ini terlihat begitu memprihatinkan karena kondisi mabuk. “Kalian pulang duluan. Aku akan pulang sendiri.” Katanya dengan nada berat yang menggema.

Lay mengusap bibirnya yang sedikit basah, “What? Are you serious?” dia bertanya.

“Ya, aku serius. pulanglah dan beristirahat.” Kris kembali berujar, matanya menatap pada Lay, Minseok, Tao, Luhan dan Chen yang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

“Memangnya kau mau apa lagi di sini?” tanya Luhan. Nada bicaranya masih terdengar cukup nyaman, karena Luhan tidak benar-benar mabuk. Karena di antara mereka berenam, hanya Luhan lah yang meminum sojunya paling sedikit.

“Ada satu urusan yang belum kuselesaikan di sini.” Kris memicingkan matanya pada Luhan.

“Baiklah baiklah!” Tao menyela. Dia mengibaskan tangannya di depan dada, membentuk gestur setengah mengusir pada Kris. “Lakukan apapun yang kau mau!”

Beberapa saat setelah perdebatan kecil itu berakhir, mereka berlima memutuskan untuk segera pergi meninggalkan pasar malam itu dengan langkah sedikit terseok. Tao menoleh ke arah Kris sebelum ia benar-benar pergi dari sana. “Jaga dirimu baik-baik. Jangan berbuat onar di sini, kau mengerti?” katanya mengingatkan. Bukan apa-apa, hanya saja Tao tidak ingin Kris mengulangi kesalahannya lagi ketika mereka berada di pasar malam ini; mencium seorang gadis secara tiba-tiba saat gadis itu sedang bersama dengan pacarnya. Uh…Tao tak mau mengingat hal itu lagi.

Akhirnya, kelima teman karibnya kini tak terlihat lagi. Kris kembali memfokuskan pandangannya pada satu tenda milik seorang peramal yang jaraknya berada cukup jauh dari tempat Kris berpijak.

Sepasang kaki jenjang itu melangkah perlahan mendekati tenda itu. satu sudut bibirnya tertarik ke atas, membentuk sebuah senyum ejekan yang entah kapan telah terbentuk di bibirnya.

Berbicara mengenai peramal, Kris benar-benar tidak mempercayainya.

Lalu, mengapa Kris berniat untuk mendatangi tenda peramal itu? Apa Kris akan membunuh sang peramal karena keyakinannya mengenai seluruh hasil ramalan-ramalan yang didengarnya hanyalah kebohongan belaka?

Tidak. Kris tidak mempunyai niat seperti itu. Kris adalah sosok pria yang baik. Meskipun pada kenyataannya, ia sering bolos di jam-jam kuliah di universitasnya.

Kris menyibakkan satu pintu tenda yang tertutup. Menampilkan kondisi tenda itu yang cukup berantakan dengan banyaknya kartu-kartu tarot, satu bola kristal berukuran besar, juga hiasan tengkorak manusia yang diletakkan di sudut tenda; dan tentunya itu hanyalah sebuah mainan. Bukan tengkorak sungguhan.

Niat Kris untuk datang ke tempat ini hanya satu, hendak menjahili sang peramal. Karena ia tahu dan sudah beranggapan, apapun yang dikatakan oleh seorang peramal hanyalah kebohongan atau tipuan. Sampai kapanpun ia tidak akan mempercayai peramal.

“Halo, ada yang bisa saya bantu?”

Kris terperanjat kaget ketika ia mendengar suara wanita paruh baya dari belakang. Ia membalikkan tubuhnya ke arah wanita tua itu dengan ekspresi wajah terkejut.

Wanita itu tersenyum ramah, dan meskipun ia sudah terlihat tidak muda lagi, ia tetap terlihat cantik. Dilihat dari segi fisiknya, ia seperti bukan penduduk asli kota Seoul. Melainkan penduduk negara lain yang tidak Kris ketahui.

Kris berdeham pelan. “Apa kau…peramal di sini?” tanyanya sedikit gugup.

“Ya, namaku Emily. Kau bisa memanggilku Emy.” Katanya dengan nada menenangkan. “Ayo, duduklah di sini.” Dia mempersilakan Kris untuk duduk di salah satu kursi di sana. Kris mengangguk samar lalu berjalan dan menduduki kursi itu. sementara Emy berjalan ke arah satu kursi yang terletak di depan Kris, namun terhalang oleh sebuah meja di depannya.

Kris kembali mengingat rencana awalnya. Dia menampilkan senyum jahil yang tidak diketahui Emy. “Jika aku memberikan sedikit informasi mengenai kakak laki-laki ku, bisakah kau meramalkan masa depannya?” dia memulai pembicaraan. Menatap lekat Emy yang saat ini tengah membereskan mejanya.

“Oh? Of course, ma Dear. Just tell me your information about your brother.” Jawab Emy dengan logat British yang begitu lancar.

“Baiklah,” Kris mengembuskan napas panjang. Oh, demi apapun! Bahkan seorang peramal dapat dikelabui olehnya. Kris tidak memiliki kakak maupun adik. Ia adalah anak tunggal dari ayah dan ibunya. Maka, keyakinan mengenai tipuan-tipuan yang dimiliki seorang peramal semakin melekat dalam dirinya.

“Nama kakakku adalah Kris Wu, dia lahir tanggal sebelas November. Sekarang ia berumur tiga puluh tahun.” Kris memberitahu namanya sendiri dan juga tanggal lahirnya. Tetapi ia tidak memberitahu umur yang sesungguhnya. Saat ini ia menginjak usia 25 tahun.

Emy terlihat menganggukkan kepalanya. Matanya menatap pada satu bola kristal bening di depannya. Tangannya kini terangkat dan menyentuh bola kristal itu. sepasang manik mata berhiaskan keriput di setiap sisinya mulai terpejam. Bibirnya seperti menggumamkan suatu kalimat panjang yang tidak Kris mengerti.

Cukup lama Emy berkutat dengan apa yang dilakukannya. Hingga beberapa saat setelah Emy selesai dengan hal itu, ia membuka mata. Tetapi, ekspresi wajah yang ditunjukkannya terlihat berbeda dari sebelumnya. Kelopak matanya membelalak, keringat dingin mengucur di pelipisnya. Ia lalu menatap Kris dengan tatapan terkejut.

“B-bagaimana kondisi kakakmu saat ini? apa dia baik-baik saja?” tanya Emy sedikit was-was.

Kris mendesah, “Tentu saja! Memangnya ada apa? Apakah akan terjadi sesuatu dengan kakakku?” dia bertanya dengan nada kesal.

“Oh, aku benar-benar tidak mengerti mengenai hal ini. tapi…katakan pada kakakmu untuk menjaga dirinya baik-baik!” Emy memperingatkan sambil menyingkirkan bola kristal itu ke bawah meja.

Kedua alis mata Kris saling bertautan. “Katakan padaku, apa yang akan terjadi pada kakakku, Emy?” Kali ini Kris tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Dan meskipun Kris masih percaya pada keyakinannya itu, ia tetap merasa ketakutan.

Dengan sangat hati-hati, Emy menjawab, “Kakakmu seharusnya telah meninggal lima tahun yang lalu.”

.

.

.

.

.

.

.

.

FIN

Nah, berasa aneh ‘kan? Tapi jujur, pas baca kalimat terakhirnya bener-bener bikin aku shock! >.<
Ditunggu review-nya 🙂

Iklan

43 comments

  1. Ya ampunnn sama kha’k aku juga shock
    Awal awal okelah tpi pas kalimat yg akhir ya ampunnnn
    Yg dmaksud kris kakak kan drinya sndiri yg brumur 30
    Dn prmalnya blang sehrus.y sdah mningal 5 thun lalu omaigat jdi scara tdk lgsung pramal itu blang low kris mningal d umur 25 thun itu arti.y skarang
    Iiii low kta aja shock gmna kris

    Btw d tnggu krya slnjut.y
    Hwaiting!!!!!

  2. kris bilang kaka nya berumur 30 tahun, terus peramal itu bilang kalo kaka nya seharus nya udah meninggal 5 tahun yang lalu. itu berarti kris meninggal di umur 25 tahun. aigoo, gimana tah ekspresi nya kris ? datar? kaget? atau bahkan meninggal pas disitu?

  3. Permisi, apa cuma gue yang nggak ngerti gimana akhirannya/dibunuh/

    Author, jelasin ke gue plisTT
    Ini bagus sih, skinship nya cuma khasnya Kris. Tapi gue ga ngerti ini akhirannya gimanaTT

    Harusnya meninggal 5 tahun yg lalu, lah skrg yg hidup itu siapa? Rohnya doang? Akkkkk 😦

    Wkakakak, maafkan aku author:”3

  4. Kris bakalan meninggal ?! Apa ?! #lebay
    Wedeww jujur eon… Baca akhirnya kok serem !! Kris kualat kali ya? Bohongin peramalnya… Berarti ini pelajaran buat kita supaya tidak berbohong kepada peramal… #Sotoy#SiapaYgMauKePeramal?
    Padahal kan d Indonesia kyknya gk ada peramal? Ada sihh tapi namanya Dukun.. #abaikan

    1. wkwkwk apaan coba 😀
      iyaa nih, gegara mau ngejahilin si peramal, eh malah kena imbasnya.. gimana coba kalo si Kris ga ke peramal itu? mungkin dia ga bakal tau nasib selanjutnya ><

  5. Kakak mu seharusnya telah meninggal lima tahun lalu…… Berarti harusnya kris udh meninggal dong??????? WAAAAAAAA PARAHH. Tapi tetep kerennnnnnn♥

  6. itu artinya hari itu juga atau besok kriss udah meninggal
    semoga kris gk bodoh dengan penjelasan sang peramal
    ada ada aja sich kris niat iseng malah jadi petaka buat dirinya sendiri

  7. aku yakin pas Kris udah denger peramalnya bilang gitu, dia ga mau pulang dari tempat itu sampai kapanpun. terus aja ngikutin peramal itu. aduuuuuh aduuuuh. takut banget ya. aku salut sama kakaku, karena udah bikin urban legend yang baik dan tanpa typo. GOOOOOOD!!!!!!!!!

  8. Cukup! saya g snggup . mmbyangkan kris mti d umur sgtu . tdak . tdak rela .

    ini akhir yg sma skli ga ku tebak ..

    aku kira kris bkalan kna sial atau ad hntu yg slalu ikutin atau pmikiran aneh ku yg lainnya ..

    tapi trnyata ..

    dia shrsnya mati di umur 25 d mna saat itu umurnya 25 thn …

  9. O-omft baru ngudeng waktu kris ngejelasin kakaknya itu umur 30 tahun sementara dia 25 tahun trs kata peramal dia seharusnya uda meninggal 5 tahun yang lalu. Wow serem jugaa ka>< btw ini series yang pertama kali w baca hehe mo lanjut baca yang member selanjutnya ah hihi. Keep writing kak😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s