The Reason is Really …


large

Before ➡ Don’t Sit Too Close!

.

.

.

“Tidak seharusnya kau melakukan hal itu, Hun!” Eunhee mendengus kesal, “Kau membuatku malu di depan Kai.”

Ucapan itu membuat Sehun mendesahkan napas panjang. Diliriknya Eunhee yang duduk di sampingnya dengan kepala tertunduk. “Aku tak bermaksud—”

“Aku tak mau mendengar apapun alasanmu!” Eunhee lekas menyela ucapan kekasihnya dengan nada penuh penekanan.

Untuk ke sekian kalinya, Sehun mendesah, “Baiklah, maafkan aku…” ujarnya, mencoba membuat Eunhee tak merasa kesal lagi padanya.

Eunhee menoleh menatap Sehun. Entahlah, untuk hal ini, Eunhee merasa Sehun tak harus meminta maaf padanya. Lagipula Sehun tak salah dalam bertuturkata. Hanya saja, Eunhee merasa jika sikap Sehun sedikit keterlaluan di depan Kai.

“Aku juga sudah meminta maaf pada Kai,” Sehun terus berusaha membujuk Eunhee agar mau memaafkannya. Karena sampai sekarang gadis itu tak kunjung membalas.

“Kapan?” Tanya Eunhee penasaran. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja perpustakaan kota pusat.

Sehun tersenyum lega. Posisi duduknya pun kini sedikit bergeser ke arah Eunhee, dan merangkul pelan bahunya.

“Ketika kau pergi ke toilet, di jam pulang.” Katanya, masih tersenyum.

“Lalu, apa jawabannya?” Gadis itu bertanya lagi, kali ini dihiasi kerutan samar di dahinya.

“Mmm… dia hanya tersenyum, lalu bilang ‘Tidak apa-apa.’” ujar Sehun, menatap menerawang sembari mengusap dagu dengan tangannya yang terbebas.

“Oh, syukurlah,” Eunhee mengembuskan napas lega. Setidaknya Kai tak mempermasalahkan hal ini seperti apa yang dipikirkan Eunhee sebelumnya. Ya, ia hanya takut Kai tak mau menjadi temannya karena perkataan Sehun di taman tadi—meski Eunhee merasa tak ada yang perlu dipermasalahkan tentang ucapan Sehun. Lagipula, sosok pemuda tampan berkulit pucat ini memang kekasihnya, bukan?

“Baiklah,” Eunhee mengangguk mengerti yang langsung dibalas oleh senyuman di bibir pemuda itu. Dan Eunhee tetap membiarkan Sehun merangkul bahunya. “Tapi, apa yang mau kaulakukan di sini? Apa kau mau meminjam beberapa buku untuk tugas?”

Sehun terkikik geli mendengar pertanyaan itu, “Bukan,”

“Lalu?”

“Aku hanya ingin membicarakan hal yang tadi saja.”

“A-apa?! Di perpustakaan pusat kota?!” Pekik Eunhee tertahan.

Uhuh,”

God! Tapi kenapa?!”

“Karena aku yakin, kau tak akan mau kuajak bicara di sekolah.”

“…..”

Oh, jika saja ini bukan perpustakaan, sudah pasti Eunhee akan menghadiahi Sehun dengan berbagai macam pukulan dan juga teriakan. Lelaki ini benar-benar… menyebalkan!

.

.

.

.

FIN

Makin ngacoo pan? Okedeh, kalo kalian ngerasa ff ini gaje, gua bakal stop ceritanya ampe sini 😀

Jangan lupa kasih ratenya juga ya 🙂

Iklan

50 comments

  1. Jangan distop beb, sumpah makin unyu ceritanya, kalo di stop kan sayang wkwk
    Gatau kenapa makin lama gue makin emesh emesh gimanaaaa gitu sama ni couple, pengen nyubit nyubit gitu, unyu sih ye wkwk
    Okedeh beb, seperti biasa, next chapternya gue tunggu ye, semangat terus bebeb !! 😘😘😘😘

  2. Ping-balik: Chatting | Ikhsaniaty

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s