What’s Wrong with Me?


tumblr_inline_nn4i8nfnJ31socrmv_540

What’s Wrong with Me?

ShanShoo’s Story

GOT7’s Yugyeom, Jaebum/J.B, OC’s Vay | friendship, slight!fluff, school-life | ficlet | T

.

Memangnya salah, ya, kalau Yugyeom bersikap kikuk seperti itu?

.

Prev story : Vay

.

 

 

Ini sudah masuk minggu ketiga bagi Vay menimba ilmu di sekolah barunya. Biasanya, kalau ada predikat “murid baru” tersemat di belakang namamu, kamu suka kesulitan untuk mencari banyak teman. Tapi lain halnya dengan Vay. Siswi berambut cokelat sebahu itu nampaknya tak kesulitan untuk mencari teman baru. Well, meskipun tidak banyak, tapi setidaknya ia dapat teman baru di kelasnya. Tidak terkecuali seorang Kim Yugyeom juga. Walau kadang siswa itu terlampau cuek kalau Vay mengajaknya melakukan konversasi seperti biasanya.

“Kim Yugyeom, mau pergi ke kantin?” suara Vay menusuk gendang telinga Yugyeom, kala ia tengah sibuk menggarisbawahi perkataan-perkataan penting dalam buku pelajarannya. Menelengkan kepalanya, Yugyeom memusatkan pandangan pada gadis itu sejenak.

“Nanti saja.”

Menghela napas kecil, Vay kembali bersua. “Kalau begitu, aku juga tak akan ke kantin sekarang.” Sembari mendaratkan lagi bokongnya ke atas kursi. Duduk di samping Yugyeom yang sedikit terperanjat mendengar pernyataannya.

“Kenapa nanti?” tanya Yugyeom, acuh tak acuh. Tanpa menatap Vay pula.

“Tidak ada teman.” Sahutnya, selagi kedua tangan melipat di atas meja.

“Teman kamu, ‘kan―”

“Kamu lagi apa?” Vay tak membiarkan Yugyeom bertanya ini-itu padanya. Saat netra mereka bertemu, Vay mengulas senyum kecil.

“Lagi sibuk belajar.”

“Eh?” Vay menelengkan kepalanya, “Lagi istirahat tapi kamu masih mau belajar?” katanya, takjub.

“Ya.” Yugyeom menghela napas lelah, “Omong-omong, kamu bisa diam, tidak?”

Ucapan Yugyeom tanpa nada itu sukses membungkam bibir Vay yang hendak menyuarakan isi pemikirannya. Kendati mengikuti ucapan sang teman sebangkunya itu, Vay malah tertawa kecil lalu membalas.

“Kamu merasa terganggu?” Yugyeom menoleh, tapi tak melontarkan perkataan apapun, “Oke, maaf. Aku tidak akan terlalu berisik, kalau begitu.” Lanjut Vay sembari menaikkan jemari tangan kanannya, membentuk huruf V, tanda damai.

Yugyeom tak dapat berkata apa-apa lagi. Alih-alih melanjutkan kegiatannya itu, Yugyeom malah merasa konsentrasinya membuyar seketika. Alasan pertama tentu saja karena Vay yang cukup mengganggu, dan alasan yang kedua―

Hey, Vay!”

― suara Im Jaebum serta merta membaur ke dalam konversasi tak terencana mereka berdua. Keduanya lantas sama-sama menoleh pada Jaebum. Vay lekas memasang senyum ramah, sementara Yugyeom hanya memasang raut tak acuh.

“Kamu mau ke kantin, ‘kan?”

Vay mengangguk mengiyakan, “Tapi Yugyeom tidak mau ke kantin.”

Ucapan itu dibalas dengan dengusan Jaebum. “Ya sudah, kita pergi ke kantin berdua saja. Lagipula, Yugyeom memang jarang pergi ke kantin buat mengisi perutnya.”

“Oh, ya?” atensi Vay kembali terarah pada Yugyeom yang menunduk dan memainkan lagi ujung pulpennya di atas kertas. Seolah ucapan-ucapan dari Jaebum dan Vay hanyalah angin lalu.

“Kalau kamu sakit, bagaimana?” kata Vay, tak peduli akan raut datar Yugyeom sedikitpun.

“Aku tidak akan sakit.” Balas Yugyeom kemudian.

“Kamu harus tetap mengisi perutmu, Kim Yugyeom.”

Mendesah kesal, Yugyeom lantas mengalihkan perhatiannya pada Jaebum yang mengedikkan bahu acuh tak acuh. “Aku tidak akan sakit.” Tekannya sekali lagi. Meski sebenarnya ucapan itu ditujukan untuk Jaebum, bukan pada Vay.

“Oke, terserah kamu saja,” Vay bangkit dari kursinya. Menitikberatkan pandangan pada Jaebum, gadis itu berkata. “Ayo kita ke kantin, Im…”

“Im Jaebum. Namaku Im Jaebum, omong-omong.” Kata Jaebum sambil tersenyum kikuk. Selagi Vay membalasnya dengan anggukan mengerti disertai tawa kecil.

Vay dan Jaebum kini berjalan bersama, meninggalkan ruangan kelas yang cukup sepi di jam istirahat ini. Kendati melanjutkan kegiatan menggarisbawahi kata-kata penting dalam bukunya, Yugyeom malah tertarik untuk memerhatikan langkah kaki kedua orang di depannya yang hampir sampai di ambang pintu kelas.

Entah apa yang dipikirkan Yugyeom saat ini. Namun sungguh, rasanya ada yang menggelitik dirinya kala ia melihat Vay dan Jaebum melakukan konversasi sedekat itu. Dan Yugyeom sama sekali tak mengira, jika Vay akan kembali berbalik padanya disertai senyuman lebar mengembang. Membuat Yugyeom mengira-ngira, perkataan apa yang hendaknya terlontar dari bibir si gadis. Dan ternyata, ucapan Vay sukses membuatnya tak mampu berkata apapun lagi kecuali terdiam dengan kikuknya;

.

.

.

.

 

“Berhubung aku tidak tahu makanan kesukaanmu di kantin, kamu harus tetap memakan makanan apapun yang nanti kubeli di sana, ya!”

.

.

.

.

Fin

Iklan

19 comments

  1. Perhatian banget sih, Vay. Yugyeom itu milik aku! Dan dia cuman cinta sama aku!#-_-
    Beginilah aku, kumat, dan GJ komenannya. Tapi aku berusaha komen buat kaka yg terbaik :-). Se engganya, aku ninggalin jejak di sini, bahwa aku suka sama ff kaka., aku akan tetap berusaha nyemangatin kakaku yang cantik. Biarlah orang2 ga ngehargain kaka, tapi kaka udah berusaha jadi yang terbaik buat mereka semua! Selama kaka bisa, lakukan semampu yang kaka bisa! Jangan lakukan apapun yang lain jika kaka ga bisa lakuinnya. Semangat, tetap ngetik,tetap semangat menghadapi semua ini! Love you :-* ❤

  2. Astagaaaa. Vaaaayyyy. Lempar saja Jaebum lewat jendela. Ini dia nawarin ke kantin malah dicuekin. Dikira dia cupid asmara yg cuman pake selendang sama bawa panah asmara apa??? Untung cakep Vay. kalo ga? aku uda nujes-nujes pake garpu saking gemesnya sama kamu.
    Ini juga Yugyeom. Masa istirahat ga ngisi perut. Jangan-jangan itu uang ssakunya dipalak anak SD pas berangkat sekolah. Ah kamu kulkas duduk sama gemesnya deh.

    pyong.
    Galuh

    1. kkkkk psycho detected/? :’v
      Yugyeom disebut kulkas duduk/? cucoooo kak :’v
      bukan dipalak sama anak sd kak, tapi uangnya diambil sama aku, biasaa laahh gaji akhir bulan/? :’v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s