[Ficlet Series] #5 The Time


hhs3

#5 The Time

It’s a fanfiction by ShanShoo

Starring EXO’s Sehun & OC’s Eunhee

fluff, school-life // ficlet series +800ws // PG-15

disclaimer : I just own the plot!

-o-

Mereka hanya tidak tahu, kapan waktu akan memperbaiki segala kesalahan.

.

.

Prev series : #1 #2 #3 #4

-o-

 

“Ayo kita pulang.”

Baiklah, kali ini Eunhee tak dapat mengatur detakan jantungnya yang terlampau cepat. Ia sudah cukup lelah untuk menahan segalanya. Menahan emosi, menahan amarah, menahan rasa sakit dan juga … menahan rasa rindunya pada sosok laki-laki jangkung yang sampai saat ini mengulas senyuman tulus di bibir.

Manik tak lagi saling bersitatap. Adalah Eunhee yang memutuskan kontak pandangan. Disusul dengan kekehan ringan milik Oh Sehun seraya mengusap tengkuknya karena gusar.

“Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, kok.” Kata Sehun lagi, seolah mengerti bagaimana respon yang diberikan Eunhee ketika ia mengajak gadis itu untuk pulang bersama.

“Lagi pula―”

“Sehun-a, terima kasih karena kau telah mengembalikan bukuku.” Eunhee menyela ucapan Sehun. Dan sungguh, demi apapun, bagaimana bisa Eunhee mengatakan hal itu dengan nada seperti ‘Maaf, aku menolak ajakanmu’?

Tak butuh waktu lama bagi Eunhee untuk kembali dilingkupi perasaan gugup yang begitu besar. Berkali-kali Eunhee menggigiti bibir bawahnya, selagi manik terpejam untuk menenangkan detakan jantungnya yang sungguh di ambang batas normal.

“U-uh … ya, sama-sama.” Pada akhirnya, hanya kalimat itulah yang terlontar dari bibir Sehun. Benaknya mendadak tak mampu memikirkan kiranya ucapan apa lagi yang akan keluar. Ayolah, Oh Sehun! Berpikirlah! Berpikir!

“Umm … Eunhee-ya,” tak tahu mengapa, namun Sehun merasa ingin memanggil nama gadis itu.

“Hm?” Eunhee merespon, dan pandangan mereka kembali bertemu.

“Kau …” Sehun menelan ludahnya susah payah. Hendak melanjutkan perkataannya yang tertunda, namun tak jadi. “Tidak, lupakan.”

Lalu, Eunhee mengembuskan napas tertahannya lamat-lamat. Jangan lupakan senyuman kikuknya yang senantiasa menghiasi wajahnya.

“Kalau begitu, bolehkah aku berbicara sesuatu padamu?” tanya Eunhee kemudian. Entah keberanian dari mana hingga ia mampu mengatakan hal itu tanpa terbata.

“Eh?” Sehun mengerjap kaget, dada mulai bergemuruh tak menentu. “O-oke, kau mau bicara apa?”

“Umm, itu … uh,” secara tak sadar, Eunhee mengedipkan matanya beberapa kali. Aduh, kenapa ia merasa kesulitan untuk berbicara?

“Park Eunhee?”

“….” Eunhee masih diam, menggigiti bibir bawahnya lagi.

“Park―”

“Apa kau jadian dengan Han Minji?”

“….”

Lalu, ekspresi Eunhee kini terlihat tercengang karena mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutnya sendiri.

Bodoh!

 

Bodoh!

 

Dasar bodoh!

 

Pertanyaan macam apa itu?!

 

Dasar bodoh! Otak udang! Pikiran sialan! Hati kurang ajar!

 

Eunhee terus merutuki kebodohannya dalam hati. Kakinya mulai bergerak gelisah. Di samping menunggu jawaban dari Oh Sehun karena satu pertanyaan bodohnya itu, ia juga merasa ingin cepat-cepat mengubur diri saja agar rasa malu tak semakin menjalar ke seluruh tubuh.

Dan … hening. Tak ada jawaban, pun suara yang Eunhee tunggu sedari tadi.

Apa mungkin―

Oh, Eunhee mendengar Sehun tengah menahan tawanya. Menimbulkan suara-suara aneh tercekat di tenggorokan laki-laki itu, manakala ia terus berusaha untuk tidak tertawa keras.

Tapi …

Well, pada akhirnya, tawa itu terdengar menggema ke telinga Eunhee. Membuat gadis itu merasa tak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya dengan kedua kakinya sendiri.

“Eunhee-ya,” Sehun berujar di tengah tawanya yang belum mereda. “Apa kau―”

“ABAIKAN PERTANYAANKU TADI! KUMOHON!” Eunhee berteriak sedemikian keras. Kedua tangannya terangkat untuk menutupi kedua telinganya rapat-rapat. Ia tak mau mendengar perkataan apapun dari Sehun. Sungguh, demi kerang ajaib!

Bukannya menjawab, Sehun malah tertawa lagi. Kali ini tawanya terdengar begitu ringan, sepertinya ia sudah cukup kenyang untuk menertawakan gadis itu tadi.

“Eunhee-ya―”

“Oh, aku harus pulang sekarang!” Eunhee pura-pura kaget saat melihat jam tangannya. Ia menatap Sehun sejenak, lalu, “Sampai bertemu besok! Sekali lagi, terima kasih karena kau telah mengembalikan bukunya padaku.”

Buru-buru Eunhee membalikkan badannya, berniat untuk meninggalkan Sehun dan juga sekolah. Namun pergerakannya terhenti ketika dirasa tangan Sehun mencekal lengannya begitu erat. Menimbulkan sedikit erang tertahan saat Eunhee merasa cekalan Sehun cukup membuatnya kesakitan.

“Hei, aku belum selesai berbicara, tahu!” kata Sehun, berpura-pura kesal. Membiarkan Eunhee memunggunginya seraya memegang erat tali tas tangannya dengan satu tangan yang bebas. Ah, sepertinya gadis itu sedang mencoba meredakan rasa malu yang mendera. Sehun tahu hal itu.

“Kau tak mau menatapku?”

“….”

“Park Eunhee?”

“….”

Sehun mengembuskan napas panjang. “Baiklah. Kalau begitu, dengarkan saja jawabanku atas pertanyaanmu tadi.”

Oh, sialan!

“Jadi … kau bertanya apakah aku jadian dengan Han Minji, kan?”

Entahlah, namun yang jelas, Eunhee merasa tak mampu menemukan di mana suaranya sekarang.

“Sehun­-a, kumohon, lupakan saja pertanyaanku tadi, ya? Aku tak bermaksud―”

“Tidak.”

“Eh?” perlahan, Eunhee menolehkan kepalanya ke arah Sehun yang tengah menatapnya lekat. Ya Tuhan, bagaimana ini? Tak henti ia membatin, berharap kalau semua kejadian ini hanyalah sebuah mimpi belaka.

“Aku. Tidak. Jadian. Sama. Minji.”

Oh …

 

Eh … apa?!

“Kaubilang apa?” nah, lagi-lagi Eunhee tak sadar kalau dia melontarkan pertanyaan ‘bodoh’ lagi.

“Memangnya kalau aku punya hubungan dengan Minji, kenapa? Apa kau cemburu, hm?” goda Sehun disertai seringaiannya yang sungguh membuat Eunhee ingin menggigit ujung hidung laki-laki itu.

“A-apa? Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu!”

“Sungguh?”

“Ya―ya! Kenapa kau menatapku seperti itu, huh?”

“Bilang saja kalau kau cemburu,”

“Oh Sehun―”

“Karena asal kau tahu saja,” Sehun menyela, selagi tangan mulai melepas genggaman tangannya. Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk kembali bersitatap. Juga, tak ada roman menggoda atau apapun itu di wajah Sehun. Hanya tercetak mimik serius yang membuat Eunhee turut menunjukkan hal yang sama, disertai debaran jantungnya yang belum bekerja dengan normal. Dan ketika Eunhee mendengar,

.

.

.

“Aku juga tak suka melihatmu bersama dengan laki-laki itu.”

.

.

.

Ia tahu, bahwa cepat atau lambat, semuanya akan kembali baik-baik saja.

Ya, ia yakin.

.

.

.

Fin.

Iklan

39 comments

  1. Aaaawwwww, apa nih?? Apa inihh? Udah resmi jadian lg nih merekaa??
    Uda bisa di “cieee cieee-in” belom ini?
    Hahahhahahha beneran deh kocak nih eunhee, aku kira eunhee bakal jawab “ya”, ato klo ga nolak, ehh malah nanya kya gtu wkwkkwkwkwkwkwk /jembelin pipi eunhee/ *diseretsehun bzzzz ^^
    Blom bener” tamat kan kaa???

  2. duuh geregetan sama ini bocah 2 yaaaaa
    langsung aja kali ke intinya kalo kalian ber 2 sma2 masih salaing sukaaa, buruuu ge balikan haha

  3. Jadi beneran nihhh..kalo sehun ama han minji kgak ada apa2..seneng bgt guaaa… trus kyak nya si eunhee seneng bgt tuhhh..

  4. Tadi nyesek bacanya sekarang aku berbunga” bacanya ?? Haha senangnya semoga ini code untuk mereka balikan.. 🙂 ♡♡

  5. Cieee, cemburu nih? Eunhee cemburu gara2 minji, nah, sehun cemburu karena si dakocan alias kai -_-. Udah lah, ngapain marahan mulu? Gak ada manfaatnya, malah menyimpan rasa rindu yang mendalam#aeys

  6. emang kalo lg berhadapan sama yg org yg disuka terkadang suka gugup dan bingung mau ngomong apa dan jadinya malah keceplosan ngomong hal yg pada akhirnya bikin diri kita malu and i feel it, gue ngerasain apa yg eunhee rasain wkwk… rasanya mau ngacir kalo udah keceplosan/? wkwk. eunhee udah ketauan cemburu juga msh aja malu malu meong untuk mengakui

    1. Lol, slice of life banget yha? :””)
      Suka pengen gali lobang aja lah terus ngumpet dalem2. Malunya itu loh bikin gak tahan 😂 kadang mah gak mau ketemu lagi lah, mski ujung2nya pengen ketemu lagi xD

  7. AAAAAAA DEMI APAPUN! AKU GREGET BANGET SAMA MEREKA BERDUA! DEMI KETIAK SUMBER BAU! ITU BIKIN PIKIRAN TEROMBANG-AMBING! AKU KIRA SEHUN MAU AJA BALIKAN!? KOK BELOM!? SAMPE CAPSLOCK BIKI SAKIT MATA -____-
    HWAAAA BINGUNG!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s