[FF Request] Coffee Break


coffee break

Coffee Break

It’s a fanfiction by ShanShoo

(requested by Salma Fauziah)

starring EXO Chanyeol with OC Reyna

romance // ficlet +700ws // T

disclaimer : I just own the plot!

-o-

Coffee break-nya hampir selesai, tapi Chanyeol belum datang juga.

 

-o-

 

 

 

Sore itu, Reyna sudah duduk di kursi kedai kopi milik perusahaannya, seraya ditemani secangkir kopi karamel hangat yang akan mengisi waktu dua puluh menit istirahatnya ke depan. Posisinya berada di samping jendela besar. Sehingga ia bisa memerhatikan hiruk-pikuk jalan raya dari sana. Di dalam kedai itu, banyak para pegawai di kantornya yang duduk berpasangan, dua, tiga, sampai empat kursi pas terisi penuh. Berbincang-bincang sembari menguarkan gelak tawa, manakala satu dari mereka berceloteh mengenai hal-hal menyenangkan. Dan Reyna bisa mendengarnya dengan jelas, sangat jelas, malah.

Well, sebenarnya Reyna juga punya pasangan untuk menikmati kopi di sore hari, sih, hanya saja pasangannya itu―

“Reyna, Reyna, Reyna! Maaf aku terlambat!” seorang pemuda dengan rambut ikalnya yang berantakan diterpa angin sore, berbicara sembari mengatur napasnya yang tersengal. Satu tangan bertumpu pada kursi kosong untuk mengatur deru napas, seraya menatap Reyna yang tampaknya tak terlalu mempedulikan ucapan sang pemuda.

“H-hei, Reyna Byun―”

“Sepuluh menit lagi waktu istirahatnya habis, Yeol.” kata gadis bersurai cokelat itu. Mengalihkan pandang pada pemuda di hadapannya.

“Masa?” Park Chanyeol―nama pemuda itu―lekas menyibak tangan kemejanya untuk melihat jam tangannya. Dan matanya melebar sempurna begitu mengetahui, kalau jam saat ini menunjukkan pukul empat lebih lima puluh menit. Tepat seperti apa yang Reyna ucapkan barusan, kalau sepuluh menit lagi coffee break-nya akan segera selesai.

“Aduh, aku tak bermaksud membiarkanmu minum kopi sendirian, Rey.” Kata Chanyeol, menyesal. Seraya mendudukkan diri pada kursi, berseberangan dengan Reyna. Ia lekas memanggil pelayan untuk memesan kopinya terlebih dulu, sebelum ia kembali melakukan konversasi bersama Reyna. “Tadi itu manajer Hwang menyuruhku untuk mendata berkas-berkas perusahaan terdahulu sebelum disimpan di gudang arsip.”

“Mmm,” Reyna hanya menggumam menanggapinya. Manik sehitam arangnya memindai wajah Chanyeol yang dipenuhi bulir keringat.

Kok hanya itu tanggapanmu?” lantas Chanyeol mendesahkan napas panjang. “Kau marah, ya?”

“Tidak, Yeol.” Balas gadis itu, pelan. “Hanya saja aku merasa seperti kerdil yang ditatap banyak raksasa, kau tahu?”

“Eh?” Chanyeol mengernyit bingung. Bertepatan dengan datangnya secangkir kopi moccachino pesanannya. “Maksudnya bagaimana?”

“Lupakan saja kalau kau memang tak mengerti.” Reyna mendengus. “Cepat habiskan kopimu, lalu kita kembali bekerja.”

Mendengar ucapan itu, Chanyeol malah terkekeh pelan, pun mengulurkan tangan kanannya untuk mencubit besar salah satu pipi sang gadis. “Pacarku ini bodoh atau bagaimana? Kopinya, kan, masih panas. Masa aku harus meminumnya? Kau mau lidahku terluka?”

“Dengarkan aku, Park Chanyeol-ssi―”

“Biasanya kau memanggilku Yeol-ie,” sahut Chanyeol tak terima. Kedua sudut bibirnya berjungkit naik manakala ia mendapati Reyna mengembuskan napas berat.

“Kita sedang di tempat pekerjaan,”

“Kita sedang di kedai kopi.” Koreksi Chanyeol sebelum ia meniup kepulan asap di kopinya.

Reyna mendesis marah, “Park Chanyeol,”

“Sudah, dong, marahnya. Nanti kau tidak kelihatan cantik lagi.” Sela Chanyeol cepat, lengkap dengan cengiran di bibir.

“Chanyeol-a, bisa tidak kau mendengarkanku berbicara sampai selesai?” Reyna bersedekap, menatap Chanyeol dengan mata memicing.

“Iya, iya, maaf. Jadi kau mau bicara apa?” tanya Chanyeol, lalu meminum kopinya barang satu dua kali sesap.

“Tidak jadi.”

Huh?”

“Tidak jadi.”

“Mmm,” giliran Chanyeol yang menggumam. “Kalau begitu, aku saja yang berbicara, ya?”

Reyna tak merespon ucapan kekasihnya.

“Besok sore kita jalan, yuk!”

Reyna masih diam, namun maniknya menilik sang kekasih, hati-hati. Takut kalau Chanyeol sedang bergurau.

“Aku serius, loh. Kau tak percaya?”

“Tumben,” respons sang gadis, acuh tak acuh. “Biasanya kau tak pernah mengajakku jalan.”

“Ya sudah, maafkan aku. Jadi, mau, tidak? aku beneran mengajakmu jalan-jalan besok.” Kata Chanyeol tanpa menghiraukan respons sang gadis lebih lama lagi.

“Oh, oke.” Reyna mengangguk mengiakan ajakan kekasihnya.

“Senyum, dong!” titah Chanyeol, menggunakan kedua telunjuk tangannya untuk menjungkitkan kedua sudut bibir sang kekasih.

“Iya, iya. Nih, aku senyum. Puas?”

Chanyeol menggeleng tegas. “Senyumnya karena dipaksa.”

Reyna menghela napas lagi. Menandaskan kopinya, sebelum akhirnya ia memberikan senyumannya lebar-lebar. “Sudah?”

“Oke!” kepala berambut ikal itu mengangguk, mengayunkan helaian rambutnya yang berwarna agak kecokelatan. “Sudah selesai?”

“Iya,” sahut Reyna. Dan detik berikutnya, keduanya lekas beranjak dari kursi kedai. Ketika mereka telah selesai membayar kopinya dan berjalan menuju keluar, Reyna dikejutkan dengan Chanyeol yang mencium pipinya secara tiba-tiba.

“Eh, kenapa―”

“Tidak apa-apa,” Chanyeol nyengir lebar. “Supaya kau tahu saja, kalau aku hanya sayang padamu.”

Lalu, si pemuda bertubuh jangkung serta berambut ikal itu segera melangkah mendahului kekasihnya. Meninggalkan Reyna bersama banyaknya para pegawai yang masuk-keluar kedai sembari menatapnya, disertai dengan kekehan pelan yang menguar. Diiringi dengusan kesal bercampur semburat merah yang menjalar di pipi, Reyna berkata,

 

 

.

.

.

“Pacar sialan, bikin malu saja!”

.

.

.

Fin.

a/n :

  1. Makasih buat Salma yang sudah merikues fanfiction di blog ini 🙂
  2. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kamu 😦
  3. Semoga kamu suka sama ceritanya ^^
  4. FF ini gak dibeta lagi, jadi bagi yang mau ngebetain, aku persilakan 😉
  5. Bagi yang belum tau apa itu coffee break, bisa langsung cari di google 😀

 

 

Tertanda,

ShanShoo♥

Iklan

6 comments

  1. Ya ampun, reyna bilang apa? Pacar sialan, bikin malu saja. Ahahahahahahaha. Yeolie bikin malu aja, pake cium pipi reyna! Reyna mah bilang gitu, aku mah langsung meluk chanyeol. Nyembunyiin pipi merah merona#ngarep

  2. Makasih Banyak author shansoo yg udh memenuhi request ff aku, aku baru baca karna udh lama gk buka facebook. Pas aku buka facebook ternyata udah jadi😁. Kalo aku jdi reyna, bakalan aku susul tuh si Yeol-ie😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s