[Day 1] (not) Beautiful Story


tumblr_o3aefoJNHn1teqx8xo1_500

(not) Beautiful Story

By ShanShoo

starring iKON Chanwoo with OC Inna

sad, friendship // ficlet +800ws // T

disclaimer : I just own the plot!

-o-

Falling in love can be painful.

Basically from all of the prompt

For 14 Days Writing Challenge

-o-

 

“Aku sudah lama naksir Shannon, omong-omong.” kalimat pembuka itu berisi nada penuh bahagia. Senyuman manisnya terukir begitu saja di bibir Jung Chanwoo. Aku yang mendengar ucapannya pun ikut tersenyum, meski dalam hati enggan untuk melakukan.

“Kamu tahu, nggak, In?” tanya Chanwoo, menyesap jus jeruk yang dipesannya beberapa menit lalu, sebelum ia kembali berbicara lagi, “Kemarin sore aku bertemu dengan Shannon, di minimarket.”

Lagi-lagi aku tersenyum, namun intensitasnya lebih ditingkatkan. Aku belum membalas, sibuk memilih ekspresi mana yang harus kuperlihatkan pada teman satu kelasku ini. Menyibakkan helaian rambutku ke belakang telinga, aku lantas berujar, “Terus, bagaimana reaksinya? Apa dia menyapamu? Atau―”

“Aku, dong, yang menyapanya.” Sela Chanwoo, antusias. Membuatku tertegun sejenak. “Rupanya kalau dilihat dari dekat, Shannon itu cantik, ya?”

Um-hm,” lekas saja aku mengangguk mengiakan. Well, memang benar. Shannon William, mahasiswi satu tingkat di bawah kami itu memang memiliki paras kebaratan yang menawan dan cantik. Surai pirangnya menambah kesan bule dalam dirinya. Dan … tak hanya Chanwoo saja yang naksir sama Shannon, mahasiswa lain pun demikian. Namun mereka terlalu blak-blakkan untuk mengutarakan isi hatinya pada cewek itu, membuat Shannon―di mataku― merasa terganggu karenanya.

Kuakui pula, Shannon adalah cewek ramah yang pernah kutemui. Ya, aku pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Itu adalah kali pertama kami saling bertukar sapa. Shannon lah yang menghampiriku lebih dulu, memberikan laptop milik dosen Kang yang akan mengajar di kelasku dan Chanwoo. Katanya, sih, dosen Kang akan ke kelas kami sepuluh menit lagi. Lalu, Shannon membungkuk sedikit, menunjukkan kesopanannya padaku seraya tersenyum cerah.

Makanya, tak salah kalau Chanwoo menaruh rasa pada cewek itu.

“Kira-kira dia mau tidak, ya, jadi pacarku?” Chanwoo menatap menerawang seraya menggigit bibir bawah. Surai sehitam arangnya melambai pelan kala tertiup angin siang hari.

Aku yang mendengar pertanyaan itu, lekas mengedikkan bahu. “Mmm … kupikir dia mau-mau saja jadi pacarmu. Toh, kau kan cowok baik dan tampan juga.” Ujarku, memujinya secara langsung. Membuat kedua sudut bibirnya kembali berjungkit naik, membentuk senyuman indah yang sangat kusukai.

Kemudian Chanwoo tertawa senang. “Benar juga. Mana mungkin Shannon menolakku begitu saja,” balasnya, setengah sarkastis, setengah bangga.

Tapi tak lama, ketika kami menjalin konversasi baru―melepas perbincangan kami tentang cewek barat itu, rungu kami mendengar seorang cowok berbicara pada teman yang berjalan bersamanya,

“Eh, ternyata Shannon itu sudah punya pacar. Sayang banget, ya?”

Dan terpaksa, kami menelan seluruh kalimat yang akan terlontar begitu mendengar hal tersebut. Hati-hati, aku melirik ke arah Chanwoo yang diam, menegang. Tangan kanannya menggenggam gelas jus jeruknya, kuat-kuat. Romannya berubah muram. Padahal sebelumnya aku masih dapat melihat lekuk senyum serta ekspresi bahagia yang tercetak di wajahnya.

“Ch-Chanwoo-ya …” aku memanggil, berharap cowok itu bisa sedikit merilekskan tubuhnya, meski rasanya hal itu tak dapat dilakukan secepat yang diharapkan.

“Memangnya siapa, sih, pacarnya Shannon?” aku berpura-pura kesal, pandanganku memindai ke sana kemari untuk mencari kiranya siapa yang telah mengatakan ucapan tadi, pun mencari siapa cowok yang―katanya―berhasil merebut hati Shannon dan menjadikannya pacar.

Tapi, bukan aku yang pertama kali mengetahui siapa pacarnya Shannon. Melainkan …

“Oh, rupanya, pacarnya Shannon itu Vernon Chwe,”

… Jung Chanwoo sendiri.

Sesegera mungkin aku mengikuti arah pandang Chanwoo. Dan pada detik di mana aku berhasil menangkap pergerakan Shannon William dan Vernon―yang ternyata berwajah bule juga―tengah berjalan bersisian, di saat itu pula, aku mendengar Chanwoo tertawa mendengus.

“Jadi, sudah keduluan, ya?” Chanwoo tertawa sumbang, kini. “Kau tahu tidak, In? Rasanya seperti mimpi. Padahal aku baru mau menyatakan perasaanku pulang kuliah nanti.” Katanya, seraya menyandarkan punggung pada sandaran kursi kafe di universitas kami.

Aku tak dapat berbuat apa-apa sekarang. Lidahku mendadak kelu, terlebih ketika Shannon dan Vernon melewati kami, hendak menuju ke salah satu bangku kafe yang kosong. Cewek bule itu memberikan senyum ramahnya padaku, seperti biasa, dan aku membalasnya. Namun dia sama sekali tidak menyapa Chanwoo. Mungkin karena posisi cowok ini yang duduk membelakangi Shannon, sehingga ia tak tahu bahwa ada Chanwoo yang sedang duduk bersamaku.

Pendengaranku menangkap Chanwoo yang tengah mendesahkan napas panjang.

“Inna Kim,” dia memanggil namaku, dan matanya cukup sendu. Khas seseorang yang sedang patah hati.

“Ya?” balasku, pelan. Manikku berusaha mencari iris kelam Jung Chanwoo yang terarah entah ke mana. Yang jelas, ia tidak sedang menatapku saat ini.

“Ada obat penghilang patah hati, nggak?” lalu, iris kami bertemu. Dan aku bisa langsung mengetahui, kalau Chanwoo benar-benar menyedihkan. Rautnya tampak putus asa. Oh, benar. Ini adalah pertama kalinya aku melihat Chanwoo sesedih ini. Mungkin karena …. yeah, baru kali ini Chanwoo naksir berat sama seorang cewek.

“Kamu butuh berapa, Chan?” tanyaku, berusaha membuat candaan yang mungkin saja bisa merubah kembali romannya seperti sedia kala.

“Butuh … banyak, mungkin,” Chanwoo mengedikkan bahunya. “Ke kelas, yuk!”

Lalu, kami beranjak meninggalkan kafe itu. Dan … kau percaya? Chanwoo sama sekali tak melirik ke arah Shannon. Tidak sedikit pun. Entah, perasaan apa yang saat ini sedang kurasakan. Apakah sedih? Iba? Atau … merasa senang?

Karena jujur saja, kalau kau ingin tahu, aku bersyukur karena akhirnya Chanwoo keduluan Vernon buat nembak Shannon.

 

 

-oOo-

 

Yeay! Pertama kalinya aku bikin ff berdasarkan prompt di atas! Huhu senengnya. Meski aku gak yakin hasilnya memuaskan. Pasti lebih condong ke arah gak jelas :”)

Karena temanya tentang 14 hari tantangan menulis, aku bakal usahain untuk 13 hari ke depan ngepost ff berdasarkan prompt yang tertera. Doain, ya, semoga project-ku ini kelar sesuai waktunya ^^

Mind to drop some review then?

Iklan

21 comments

  1. Obat apa? Obat patah hati?! Ke aku aja, jamin lah.. Selamanya gak akan sembuh#hahaha#garing-_-.
    Jadian aja sama inna, ya muka nya gak deket dan jauh miripnya dari aku(gak ngerti). Entahlah, komen ku gak nyambung semua. Menurut aty,… Penulisannya udah bagus, rapi, enak dibaca. Tapi ya gak tau menurut kakak atau orang lain gimana. Sekian dan terimakasih 😀 😀 😉

  2. Dedeq emesh udh puber yah😂 udh suka sama cewe😂😂😂😂
    Patah hati pulaaa😂 yang sabar yah canu ku sayangg sini sama qaqa aja😂😂😂

  3. Hihi 😀
    Chanwoo ma gua aja :v #maunya
    Tpi kyk nya inna suka chanwoo ka isan.

    Pengen liat visual nya shannon-vernon ka isan, biar lbih pas ngebayangin ceritanya 😀

  4. Aduhhh… rasanya nyess gimana gitu.. tapii seneng juga sih dia keduluan.. tapi.kasian… arghh pusing ._.
    Oh iya, salam kenal,aku selena, readers baru yabg mau minta ijin ngubek2 /?
    Salam kenal kak :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s