[Day 13] He Have One Secret


hyungwon

He Have One Secret

ShanShoo’s present

 

starring Monsta X Hyung Won with OC Nao

school-life, fluff, romance // ficlet +500ws // T

disclaimer : I just own the plot!

-o-

Who doesn’t love a secret romance?

 

Basically from all of the prompt

For 14 Day Writing Challenge

Maybe you want to read : [Day 1] [Day 2] [Day 3] [Day 4] [Day 5] [Day 6] [Day 7] [Day 8] [Day 9] [Day 10] [Day 11] [Day 12]

-o-

 

Nao tahu, Chae Hyungwon bukanlah siswa dengan segala kesempurnaan yang dimiliki.

Terlebih, Nao sering mendengar cerita negatif tentang kekasihnya itu. Mengenai kebiasaan buruk Hyungwon yang sering terlambat datang ke sekolah, melanggar tata tertib sekolah yang seharusnya dipatuhi, bahkan ia pernah membolos sekolah hanya karena ada pertandingan sepak bola dadakan di kompleks rumahnya.

Tak hanya itu, rungu sang cewek pun tak pernah absen dari kalimat-kalimat menyakitkan, seperti;

“Nao, ngapain, sih, kamu masih pacaran sama Hyungwon? Dia itu, kan, cowok pemalas!”

 

“Nao, daripada pacaran sama Chae Hyungwon, mending kamu menjomblo saja. Hyungwon, kan, hobi ngedeketin banyak cewek.”

 

“Nao, ada rencana mau putus sama Hyungwon?”

Serta sederet kalimat menyakitkan lainnya yang tak bisa Nao utarakan.

Tapi, tetap saja, Nao tak mengacuhkan ocehan mereka sekali pun.

Tidak, karena Nao yakin, mereka hanya iri terhadap kebersamaannya bersama Chae Hyungwon, pun, mereka tak mengetahui satu rahasia milik cowok itu.

Seperti saat ini.

“Hei, Nao!” seruan Hyungwon cukup mengagetkan ceweknya. Laki-laki berahang tegas itu berlari cepat menghampiri Nao, seraya melempar bola basket ke belakang tubuhnya, pada sang teman sepermainan. Lalu ketika mereka kini saling berhadapan, Hyungwon menaikkan tangan dan menyentuh kening ceweknya itu. “Kamu nggak kenapa-napa, kan?”

Pertanyaan itu mengundang kerutan samar di kening Nao, membuatnya lekas memundurkan sedikit kepalanya dan menjawab, “Memangnya kenapa?”

Hyungwon menggeleng dan menyengir lebar. “Nggak. Aku cuma takut kamu nggak kuat dengerin omongan mereka.” Katanya, merujuk pada beberapa siswa lain yang tengah menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.

Sedetik setelahnya, Nao memutar pandangan ke segala arah, memerhatikan mereka sedikit tak acuh, sebelum kembali menjatuhkan atensinya pada Hyungwon. “Kalau aku nggak kuat dengerin, mungkin dari tadi aku udah pingsan, Chae.”

“Aw! Pacarku memang amazing!” tanpa asa, Hyungwon merangkul bahu Nao dan mengusak puncak kepalanya, gemas. kemudian mereka berjalan meninggalkan area lapangan basket seraya tertawa bersama-sama, melepas banyak kekesalan yang―sebenarnya―telah menggelayuti dada sedari tadi. Hanya saja, mereka terlalu pandai untuk menyembunyikan perasaan itu.

“Nao, kalau aku berubah jadi siswa teladan, mereka masih tetap membicarakanku, nggak?” tanya Hyungwon ketika mereka berhenti melangkah, lalu berhadapan dan saling berpegangan tangan.

“Eh? Coba saja, Chae. Nggak ada salahnya.” Balas Nao seraya mengedik bahu. “Tapi aku yakin, mereka nggak bakalan bicarain kamu dan hubungan kita lagi,”

Ucapan itu dibalas dengan kekehan pelan milik Hyungwon. Sembari memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana, ia menyahut, “Nggak jadi, deh.”

Nao mengerjapkan mata beberapa kali. “Kenapa nggak jadi?”

Hyungwon menoleh, memamerkan cengiran lebarnya yang menggemaskan di mata Nao. “Iya, sih, mereka nggak bakal bicarain hal negatif lagi. Tapi, mungkin mereka bakal menyukaiku?” jawabnya dengan nada tanya. Dan kali ini giliran Nao yang terkekeh.

Sok tahu!” cibir Nao, akhirnya.

“Bukan sok tahu, tapi memang bener,” Hyungwon menyahut lagi, dan kembali tertawa. “Ya sudah, kita pulang, yuk! Udah sore, nih.” Lanjutnya sambil merangkul mesra bahu Nao.

Nao hanya mengangguk menyetujui sambil berjalan di samping Hyungwon, tapi tak lama, Hyungwon menghentikan langkahnya lagi. “Eh, Nao,” panggilnya.

“Apa?”

Hyungwon menyengir lebar. Dan tanpa diduga, ia mengecup singkat pipi kanan Nao.

“Cuma pingin nyium pipi kamu aja.” Bisik cowok itu, amat pelan. Membuat detakan jantung cewek itu meningkat dua kali lipat.

“Jangan mulai, Chae!” kata Nao sambil memukul bahu Hyungwon.

Hyungwon tak merespons. Melainkan tertawa renyah, pun menggenggam tangan Nao sembari membawa cewek itu berjalan cepat meninggalkan sekolah. Peduli amat dengan segala tatapan yang diberikan seluruh siswa di sana. Karena seperti yang Nao katakan sebelumnya, kalau mereka tidak mengetahui satu rahasia yang Hyungwon miliki;

“Nao,”

“Apa lagi?”

“Nggak―”

“Chae Hyung―”

“Aku sayang kamu banget!”

―bahwa Chae Hyungwon selalu berhasil memberikan kenyamanan tersendiri baginya.

 

 

-oOo-

Iklan

3 comments

  1. Dasar cowok sok cakep! PD banget dia bilang bakal banyak yang suka kalau dia jadi murid teladan/haha/emang iya/ kenapa ya buka ff ini lama, gak kaya biasanya. Dan telat komen deh. Suka sama ff nya, sweet bangetttttt berasa fly ke planet uranus/eh/ 😀 😀 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s