We are One


770aabf3ae8b219206775b4b1c287b44

It’s a story by KeyTy

 

Uhm, hi! Perkenalkan, namaku Park Chanyeol. Ya, aku yakin kalian mengenalku, tentu saja. Aku, kan, salah satu member EXO yang paling tampan. Tidak, tidak! Itu memang kenyataan yang harus kau ketahui. Ya, aku tahu kau telah mengetahuinya, sudah ku bilang, kan, bahwa aku terkenal dan tampan?

Sudahlah, aku lelah membahasnya. Sekarang, aku dan member EXO yang lain tengah beristirahat setelah melakukan rekaman lagu album terbaru kami. Karena aku haus, aku pergi ke dapur dan mengambil segelas air putih. Oh, tidak! Maksudku air bening.

“Chanyeol, bisakah kau mengambilkanku segelas air? Aku juga haus.” Suho hyung memang menyebalkan. Dia selalu saja menyuruh padaku! Lagi pula, kenapa dia tidak ambil sendiri saja? Tapi, tak apa, biarkan aku membantunya. Dia, kan, sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri.

Setelah selesai minum, aku segera mengambil gelas yang lain dan aku segera mengisinya dengan air putih.

Tungkaiku melangkah keluar dari area dapur dan menghampiri yang lainnya.

Hyung, ini.” ucapku pada Suho hyung sembari menyodorkan segelas air putih yang aku pegang di tangan kanan.

Suho hyung menoleh menatapku. Dia lantas tersenyum dan berujar, “Ah, kau memang baik, Yeol. Terimakasih, ya.” dia langsung meminum air putih yang tadi kubawakan dengan hati-hati.

 “Hm, aku memang orang yang baik. Makanya banyak orang yang menyukaiku.”

“Percaya diri sekali. Cih, dasar virus.” Terdengar suara sedikit berbisik. Nah, yang itu namanya Kim Jongdae, yang memiliki nama panggung Chen.

Ya! Chen, kau sirik padaku, huh? Percuma kau berbisik-bisik karena aku bisa mendengarnya!” Ucapku dengan ketus, dan yang lain hanya memandangi kami dengan tatapan bingung juga ada yang menahan tawa.

Ya! Hati-hati jika kau berbicara! Aku lebih tua darimu, kau bisa mendengarku berbisik-bisik karena telingamu sangat lebar seperti telinga gajah.” Sungguh menyebalkan! Yang lain malah menertawaiku. Tapi jangan terlalu ditanggapi jika aku dan yang lain berdebat serius, tapi kami semua memang selalu bercanda.

“Kau hanya dua bulan lebih tua dariku. Gajah katamu? Biar saja. Aku memang gajah, tapi aku bayinya, bayi gajah itu lucu dan menggemaskan. Daripada kau! Kura-kura dan terlihat lebih tua. Hahahahah.”

“Sudah, sudah! Lebih baik kalian pergi mandi, setelah itu tidurlah. Apa kalian tidak lelah?” dan yang barusan berbicara adalah Zhang Yi Xing, atau Lay hyung. Dia memang baik.

“Baiklah.” Semua member menjawab ucapan Lay hyung. Mereka beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar masing masing.

~~~

Pagi tiba, menggantikan malam gelap penuh bintang dengan pagi cerah juga kicauan burung yang menyambutnya. Awan putih bersih membentang di langit kota Seoul. Udara sejuk masuk ke dalam ruangan lewat celah ventilasi.

Sungguh, aku tidak percaya bahwa aku bisa berkata indah seperti itu.

“Hei! Ayo bangun semuanya! Hari ini kita tidak ada jadwal bekerja bukan? Ayo kita pergi berjalan-jalan.” Yang ini namanya Kai. E-eh? Kai? KAI? Bukankah dia yang selalu bangun terakhir? Tapi mengapa dia bisa bangun sepagi ini?

“Kita akan berjalan-jalan ke mana, heum?” Baekhyun menguap setelah menyelesaikan ucapannya sembari menggeliat di atas tempat tidur.

“Iya, kita akan pergi ke mana? Tapi, Kai-a, tumben sekali kau bangun pagi-pagi seperti ini.” D.O terduduk di atas tempat tidur, menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.

“Ya Tuhan. Apakah aku memang selalu bangun terlambat?” Kai menatap ke langit-langit dengan tatapan tidak percaya.

“Kau memang seperti itu. Dan, ya, Kai, kau sangat mirip dengan beruang kutub yang sedang hibernasi.” Ucapku pada Kai sembari mendudukkan diri.

Kai mengerjap tak percaya. “Jangan samakan aku dengan beruang kutub, Hyung! Aku manusia, jadi jang―”

“Kalau itu kenyataanya bagaimana? Tapi, kau memang bukan kembaran beruang kutub. Kau kembaran beruang apa ya? Soalnya, beruang kutub itu berwarna putih, sedangkan kau hitam. Seperti kecap asin.” dengan cepat, aku menyela ucapannya. Mataku menatap ke arah langit-langit kamar seperti sedang memikirkan sesuatu—meniru tingkah Kai tadi.

Hyung! Jangan banyak bicara! Ayo cepat, yang lain sudah siap.”

“Baiklah.”

^_^

Sekarang, kami telah berada di restoran setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer dari dorm.

“Aku pesan Jjajangmyeon!” kata Chen.

“Aku pesan Ramyeon!” timpal Kai.

“Aku pesan Kimchi.” Ini kata Sehun, datar sekali.

“Aku pesan Kimbap.” Lay hyung berujar setelah berdeham sekali.

“Aku pesan Bibimbap!” Ucap D.O gembira dengan cengiran lebar.

“Aku pesan Bulgogi!” Suho hyung berkata dengan santai sambil melipat kedua tangan di di depan dada.

“Aku pesan Miyeok Guk (sup rumput laut) saja!” Baekhyung tak kalah semangat dan gembira dengan D.O.

“Aku pesan Chapchae!” Xiumin hyung terlihat biasa namun terlihat ada bahagianya, entahlah, aku juga bingung mengartikan ekspresinya.

Ya! Pelan-pelan! Bagaimana pelayannya bisa menulis pesanan kalian, huh?” ujarku setelah mereka semua memesan makanannya. “Mmm, kalau begitu, aku pesan Nasi Goreng Kimchi. Itu kesukaanku.” Aku nyengir lebar setelah mengatakannya, sembari bertopang dagu dengan mata menatap sang pelayan, jangan lupakan senyuman indahku. Dan yang lain hanya menatapku dengan tatapan tak peduli.

“Memangnya siapa yang bertanya apa makanan kesukaanmu? Bodoh!” Lay Hyung berkata dengan tatapan aneh padaku.

“Biar saja. Daripada yang lainnya, mereka berbicara terlalu cep—“ dan ucapanku terpotong.

“Dan kau yang paling banyak berbicara, Park Chanyeol.”

“Suho Hyung, kau berbicara padaku? Kau kan seperti kakakku sendiri, dan kau mengetahui bahwa bukan aku saja yang banyak bicara, Baekhyun pun sama denganku, karena kita adalah Happy Vi―”

“Heh! Sejak kapan aku dan kau sama?” Baekhyun memotong ucapanku.

rus.” Aku melanjutkan ucapan yang tadi Baekhyun potong dengan tatapan datar.

“Uh, aku sungguh bosan.”

“Xiumin Hyung, baru saja kita sampai, mengapa kau sudah bosan?” Chen bertanya pada Xiumin hyung yang baru saja mengatakan bahwa dia bosan.

“Ya, aku bosan, sebelum Kris, Luhan, dan Tao memutuskan untuk keluar dari EXO, aku merasa bahwa kebahagiaan selalu ada dan datang menghampiriku. Meski mereka terkadang menyebalkan, tapi bukan berarti mereka menyebalkan dalam hal yang membuat kami bermusuhan. Tapi aku tahu, mereka keluar karena ada alasan tertentu. Aku pasti akan meminjam mainan Kris, jadi aku tidak merasa bosan. Dan aku rindu dengan kungfu pandaku, aku rindu dengan rusa yang selama ini aku sayang, juga pada si naga.” Xiumin hyung berkata panjang lebar pada kami semua. Kami hanya diam tertunduk, jujur saja, aku juga merindukan mereka bertiga.

Aku tahu, jika mereka tetap berada di EXO dengan terpaksa, mereka merasa tidak akan ikhlas untuk bekerja. Tidak semangat, dan hal lainnya. Bagaimana jika kualitas EXO akan menurun karena ketidakseriusan mereka untuk berlatih? Itu jangan sampai terjadi.

Hyung, kau tenang saja. Kami masih ada untukmu, akan menemanimu, dan berusaha membahagiakanmu meski kami mungkin selalu menyusahkanmu. Kami menyayangimu, sangat menyayangimu, kami menganggap kau adalah seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya. Kami sahabatmu, kami adikmu, kami keluargamu. Karena kita semua satu, kita semua keluarga yang tidak bisa dipisahkan meski cobaan itu berat.” Sehun berbicara pada Xiumin hyung sembari mengusap pundaknya halus, dan jangan lupakan dengan senyuman yang semua orang suka.

“Ya, kami akan selalu bersatu, bersama. We are one!” Semua orang tersenyum setelah aku mengatakan hal itu. Karena kami duduk melingkari meja, kami saling mendekat satu sama lain, dan kami berpelukan.

Sambil mengatakan, “We are one!” secara besamaan dan tertawa bahagia, melepas semua kesedihan yang sempat menyambangi hati kami masing-masing. Kembali merasakan luka ketika mengingat orang yang kita sayangi kini telah jauh, meski mereka masih ada di dunia ini.

Tapi, kami selalu merasakan rindu ingin bertemu, rindu ingin berbagi kisah dan canda tawa, bermain bersama juga berbagi rasa kesal, marah, suka, dan hal lucu atau mengerikan.

Yeah, we are one.

Kami sudah seperti keluarga sedarah, yang hingga sampai kapan pun tidak akan pernah terpisahkan, kecuali maut yang memisahkan. Ya, semoga saja hubungan ini akan terus berlanjut hingga kami tua dan meninggalkan dunia ini.

-+-+-

Setelah kenyang memasukkan makanan ke dalam perut, kami pergi mengunjungi taman bermain. Dan permintaan ini adalah permintaan Lay hyung, dia memang kekanak-kanakan! Ck!

Dia bilang, “Ke taman bermain itu adalah hal yang menyenangkan. Tempat yang bisa membuat kita merasa bahagia. Karena di sana terdapat banyak anak kecil yang lucu dan menggemaskan. Sesekali, kita bisa bermain dengan mereka, bermain dengan anak kecil adalah hal yang paling menyenangkan dari pada bermain dengan teman sebaya.” Ya, begitulah. Itu hanya pemikiran dia saja.

Saat masih di dalam mobil, kami hanya terdiam, ada yang memainkan ponselnya, ada yang hanya menatap jalanan yang penuh dengan kendaraan, dan tertidur. Ayolah, siapa yang tidak mengetahui member EXO mana yang sering tertidur? Tebakan yang bagus! E-eh?! Kalian bilang apa? Aku yang sering tertidur?

Enak saja! Yang sering tertidur itu Kai, si bocah hitam dengan seribu pesona yang dimilikinya.

Itu benar, semua member EXO mempunyai pesona masing-masing. Jika aku, mempunyai pesona saat….

Apa kalian bisa menjawabnya?

B-berkeringat?!

Memang benar, tapi ada yang lebih benar daripada berkeringat. Lalu, jika pesonaku adalah saat berkeringat, apa sekarang aku tidak terlihat tampan karena tidak berkeringat? Oh Ya Tuhan. Biar aku beri tahu, pesonaku adalah saat rambutku sedikit berantakan, saat aku baru selesai mandi, saat rambutku basah, saat aku memainkan drum, gitar, dan yang lainnya.

Lupakan soal itu, lalu kembali ke hal yang harus aku bahas.

Kini, kami sampai di depan taman bermain. Yang benar saja, haruskah aku bermain ke tempat seperti ini?

“Lay Hyung, mengapa tidak kau saja yang pergi ke sana? Aku merasa malu, di sana hanya ada anak kecil. Sedangkan aku, kan sudah besar, tinggi dan tampan. Orang-orang akan mengatakan apa nanti? Si raksasa dengan kurcaci sedang bermain bersama? Hei! Itu tidak lucu!” biarkan saja Lay hyung mengatakan aku si Happy Virus, bawel atau hal lainnya, karena aku hanya mengucapkan keluhanku.

“Kalau begitu, Chanyeol Hyung diam sendiri saja di sini.” Sehun menatapku dengan tatapan datar. Dia, kan, lebih muda dariku. Dasar adik bodoh.

“Baiklah, lebih baik aku diam saja di sini.” Ucapku ketus. Menatap ke luar jendela yang memperlihatkan banyaknya anak kecil dan kedua orang tuanya berlalu lalang di sekitar mobil.

“Ayo, kita ke luar!” cih, dasar mayat hidup. Kau tidak tahu siapa mayat hidup? Dia Sehun, Oh Sehun Si Mayat Hidup yang menyebalkan.

Pintu mobil dibuka, dan satu persatu dari mereka keluar meninggalkanku sendiri dengan supir.

Satu jam telah berlalu, tapi mereka tak kunjung datang. Memang seseru apa, sih, taman bermain itu?

Rasa penasaran menghantuiku. Kalau begitu, aku pergi saja, lagian baterai ponselku habis, padahal aku sedang asyik bermain game.

Aku membuka pintu mobil yang letaknya berada di sisi kiriku, lalu kembali menutup pintu dan pergi meninggalkan mobil.

Sekarang, kakiku berpijak di atas rumput hijau. Lebih tepatnya aku sudah berada di halaman depan taman bermain. Kedua mata bulat ini melihat keadaan sekitar, ramai. Sekarang, aku harus mencari member EXO. Ya Tuhan, sebenarnya mereka di mana? Di bagian luar, aku tidak menemukan mereka. Mungkin mereka berada di dalam ruangan.

Kedua tanganku mendorong pintu masuk sebuah bangunan yang cukup besar, sembari mata tak lelah menatap segala penjuru ruangan, berharap aku menemukan mereka di sini.

Ya! Oh Sehun, tangkap bolanya!” terdengar suara Baekhyun menyerukan nama Sehun. Aku mencari arah dari suara itu. Dan aku menemukannya, mereka berada di … TEMPAT MANDI BOLA?!

Dengan cepat, aku melangkahkan kaki menuju ruangan mandi bola yang berjarak beberapa langkah dariku. Mereka asyik sekali bermain bola bersama beberapa anak kecil di dalam sana.

Aku membuka pintu yang seperti terbuat dari jaring berwarna hitam.

Dan..

TUK

Aw!

“D.O-ya …” Baekhyun menatap D.O yang tengah terdiam di tempat sembari melihatku. “Sudah kukatakan, bukan, jika kau jangan melempar bola ke sana?! Bagaimana jika ada orang yang masuk? Dan kau lihat? Chanyeol terkena lemparanmu!”

Mata D.O yang bulat semakin membulat melihatku.

Ya! Bukannya meminta maaf pada Hyung-mu ini, kau malah diam.” Perlahan aku menghampirinya dan yang lain.

HHyung … maaf, aku tidak sengaja. Apa keningmu baik-baik saja? Apa kau merasakan sakit di keningmu? Apa―” pertanyaannya sungguh membuat aku muak, jadi, jangan kaget jika aku menoyor kepalanya pelan dengan telunjukku.

“Tidak apa-apa. Lagi pula, kau tidak usah mengusap keningku, bagaimana jika aku ketularan penyakit karena tanganmu itu, huh? Apa kau akan bertanggung jawab?” mata D.O kini tidak terlalu bulat, karena kini, ia memasang wajah paling datar yang ia miliki.

Hyung! Kau memang menyebalkan. Jika tidak apa-apa, dan kau tidak merasakan apa-apa dengan keningmu, aku akan kembali bermain. Berbicara denganmu hanya membuatku bosan.” Di akhir kalimatnya, D.O pergi dari hadapanku setelah mengambil bola yang mengelilingi kakinya.

Hyung, apa kau akan ikut bermain dengan kami? Bermain lempar bola sangat menyenangkan!” Kai menatapku dengan tangan yang menyodorkan sebuah bola berwarna merah muda kecil ke hadapanku. “Aku yakin kau akan menyukainya.” Kai tersenyum di akhir kalimat.

“Oooh, jadi, selama satu jam ini kalian menghabiskan waktu dengan bermain lempar bola?”

“Jadi, Hyung penasaran? Ayo. Akan aku ajarkan.” Kai masih tersenyum, lalu menarik tangannya kembali.

“Aku bukan anak kecil lagi, Kai semanis dan sehitam cokelat.” Dengan cepat, aku mengambil bola yang digenggam Kai, ya, dengan senyuman semanis mungkin yang aku tunjukkan padanya. Perlahan, aku mendekati member EXO yang lainnya—dan meninggalkan Kai sendiri.

“Huh, percuma saja aku baik padanya.” Oh Ya Tuhan, ada seseorang yang berbicara bisik-bisik lagi. Tapi aku mendengarnya. Dan aku yakin … itu … Kai.

“Aku bisa mendengarnya Kai,” kaki jenjangku refleks berhenti berjalan, dan membalikkan tubuh ke hadapan Kai.

“Biar saja! Aku tidak peduli!” Kai mengambil bola yang lain, lalu melemparnya ke D.O.

“Hei! Mengapa kau melemparnya padaku? Kepalaku sakit, Bodoh!” orang yang melihat tingkah Kai pada D.O, menjadi teringat bahwa tujuan mereka datang ke ruangan ini adalah untuk bermain lempar bola.

Akhirnya, mereka melangsungkan kembali perang bola kecil berwarna-warni itu. Karena merasa tertarik, aku ikut melempar bola yang tadi aku rebut dari genggaman Kai.

Tepatnya …

Pada …

Oh Sehun … Si Mayat Hidup.

Dan …

TUK!

“Aduh!”  Sehun langsung mengalihkan padangannya padaku, tentu saja masih dengan tangannya yang mengusap keningnya sendiri.

“Kau lucu, Oh Sehun!” ucapku padanya, aku malah tertawa di saat orang-orang tengah bertempur tidak jelas untuk melawan siapa.

Karena tak mau kalah, Sehun langsung melempar bola yang ada di sekitarnya padaku. Lalu aku melempar bola ke arah yang lain, dan pada akhirnya, kami saling melempar bola tanpa menanggalkan senyuman lebar serta tawa yang renyah.

Ternyata seru. Untuk apa tadi aku berdiam diri di mobil? Kalau tahu jadinya akan sangat seru seperti ini, aku pasti akan ikut pada mereka. Bermain bersama, tertawa, berbahagia, dan berbagi kesakitan pada kening, tangan, perut. Well, meski tidak benar-benar sakit, tentu.

Aku sangat menyukai momen seperti ini, menghabiskan waktu dengan orang yang kita sayangi memang menyenangkan. Ditambah jika kita sangat menikmatinya dan mengikuti apa yang terjadi dengan senyuman dan canda tawa.

Tak terasa, kami telah menghabiskan waktu untuk bermain bola bersama anak kecil yang turut bermain, dan sesekali melempar bolanya ke arah member EXO.

Sekarang, waktu telah menunjukkan pukul enam sore.

“Apa kalian akan bermalam di sini? Aku sudah lelah, dan sekarang sudah jam enam sore. Kita sudah menghabiskan waktu di sini selama tiga jam. Tiga jam! Sekarang, ayo kita pulang.” Suho hyung berbicara sedikit berteriak, mungkin tujuannya adalah agar member EXO mendengarnya. Tak dapat dipungkiri, aku pun merasa lelah sekarang. Tubuhku perlu diisi ulang energi. Kau tahu, maksudku, aku ingin tidur di tempat tidurku dengan selimut tebal yang melapisi dan dengan guling empuk yang selalu aku peluk.

Kalian ingin aku peluk? Jadilah guling dulu, lalu aku pasti akan membelinya. Tidak, tidak, aku hanya bercanda. Jadilah dirimu sendiri, jangan merubah dirimu menjadi orang lain. Orang lain yang belum tentu mempedulikanmu, bagaimana jika setelah kau menjadi seperti orang itu, orang itu malah tak mengacuhkanmu dan hanya menganggapmu sebatas fans? Tidak pernah memikirkanmu, padahal setiap hari kau selalu memikirkannya.

“Ya, ayo kita pulang. Aku juga sudah lelah. Tubuhku terasa patah-patah.” Aku meregangkan otot-otot tangan, setelah itu aku memiringkan kepalaku ke kanan dan kiri.

“Kalau patah-patah, tempel saja pakai lem yang ada di warung. Aku yakin tulangmu akan tersambung kembali.”

“Bercandamu tidak lucu, Xiumin Hyung. Menyambung apanya? Tulangku malah tambah patah! Dan nanti tak akan sembuh.” Aegyo yang aku miliki sekarang aku tunjukkan pada Xiumin hyung, sementara yang lain mulai menyuarakan tawa.

-+-+-

Karena lelah, pada pukul delapan malam kami makan di dorm. Setelah makanan yang kami pesan telah sampai, kami semua segera memakannya.

“Oh, makanan ini sungguh enak. Aku sangat menyukainya!” Chen kembali memakan makanannya setelah selesai mengucapkan kalimatnya.

“Memangnya apa makanan yang tidak kausukai? Semuanya kausukai, dan kau bilang enak.” Aku melihat ke arahnya yang lahap memakan makanan itu.

“Ada yang tidak aku sukai. Kau.”

“Kau memang tak menyukaiku, tapi kau menyukai ketampananku ini.”

“Ya, kau memang tampan. Tapi aku lebih tampan darimu dan—“

“Dan kau lebih tua dariku, kan?” aku dan semua member EXO tertawa—minus Chen, tentu saja. Karena sekarang, ia tengah menekuk wajahnya, jengkel, selepas mendengar ucapanku yang cukup sarkastis.

“Hei, kalian berdua memang bodoh atau bagaimana, huh? Sedang makan saja seperti anak kecil yang memperebutkan mainan.” Suho hyung menatap ke arah kami dengan ramen yang masih menjulur keluar dari mulutnya.

Baiklah, kalau begitu, aku harus menceritakan dan menjelaskan apa lagi tentang aku dan EXO?

Di saat kami sedih, bahkan sudahku ceritakan dan aku jelaskan mengapa semua itu terjadi. Saat aku dan Chen bercanda? Aku bahkan telah memberitahu pada kalian beserta awal mula itu. Kami bangun tidur, bercanda bersama, makan bersama, bermain bersama, ayolah … semua itu telah aku jelaskan pada kalian, bukan? Dan aku lelah menjelaskan semua itu. Sekarang itu, waktunya aku tertidur di kasur empuk berseprai cokelat bergambar rilakuma.

Apakah aku juga harus menjelaskan mengapa aku memilih seprai bergambar Rilakuma? Huft… aku lelah. Sampai jumpa, dan selamat malam semua…. Aku menyayangi kalian!

.

.

.

FIN

Makasih ya buat semuanya yang baca ff yang gak jelas sama sekali ini. maaf kalau ceritanya sangat buruk, tulisannya gak rapi dan banyak salahnya, karena aku masih pemula. Dan aku gak akan lupa untuk kakakku yang aku sayangi, yaitu kakak ShanShoo atau kak Isan yang tulisan ffnya udah sekece badai di tengah laut, dan ide-ide ceritanya yang sangat menarik untuk dibaca, makasih ya kak udah posting ff aty di WP kakak, terus udah ngasih ilmu sedikit-sedikit tentang nulis cerita, kan bisa bikin tulisan aty lumayan rapi karena ilmu dari kakak 🙂 Thank you, for everything, My Sister :* :*

Oya, nama aku Imaniarty atau yang suka komen di WP ini dengan nama Arty yang komenannya selalu gak jelas. Karena aku masih pemula, mohon ya untuk kritik dan sarannya. Ff ini juga udah dibeta-in sama kakakku yang baik hati dan cantik. Sekali lagi, terimakasih untuk yang baca+komen di ff gaje ini 😀 😀

Iklan

4 comments

  1. HAIIIII ARTYKUUUUH! DUUUH SENENGNYAAA, AKHIRNYA KAMU MEMBERANIKAN DIRI UNTUK EKSIS(?) DI SINI ^^
    DAN INI APA YALORD, NAPA MZ CHANYEOL PEDENYA KEBANGETAN? TAPI EMANG SIH CHANYEOL ITU GANTENG TINGKAT DEWA T.T BIKIN MIMISAAN XD
    TAPI KELAKUANNYA YASSALAAAM, BENER2 EMESHIN, SAMA MEMBER YANG LAIN JUGA PADA BANGSATH! MINTA DIKARUNGIN ATU2 TERUS DIBAWA PULANG X) /dibalang/
    APALAGI PAS MEREKA MAIN DI TAMAN BERMAIN, TERUS MANDI BOLA… AHHH SYUDAAH AMBYAR DIRIKUH AMBYAAR! MANA MEREKA KEK ANAK KECIL YANG MINTA DICULIK T.T
    Oke, aku juga kangen sama trio macan(?) itu, tapi akhirnya dua dari mereka balik lagi ke agensi meski gak jadi bagian dari EXO lagi :””)

    Iyaa sama2 adikkuh sayang, makasih udah ngizinin kakak buat ngebetain ff kamu. Gapapa kalo ngerasa kurang juga, lagian kamu masih pemula :’)

    POKOKNYA KEEP WRITING YHA! TETEP MENGHASILKAN KARYA2 LUCU DAN BIKIN EMESH KEK GINI LAGI :* /xoxo

    1. Aduuh, aty jadi malu sendiri kalau kakak yang ngomennya. Iya, tinggal bawa karung beras, terus masukin mereka semua/emang masuk? Makasih kak, udah komen di ff aty. Apalagi komenan kakak panjangnya pake banget 😀 😀 😀 . Makasih ya 😉 😀 love you ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s